Menu

Mode Gelap
Unitomo dan Pemprov Jatim Gelar FGD Keterlibatan PT untuk SDM Unggul Menuju Gerbang Baru Nusantara JSI Kobarkan Semangat Jurnalisme “Ihdinas Sirotal Mustaqim” Viral, Bukannya Ditangkap, Diduga Bos Rokok Ilegal Marbol Pamekasan Kendarai Mobil Mewah Malah Dikawal Polisi JSI Berkunjung ke Migas Corner ITS Perkuat Edukasi Hulu Migas, SKK Migas Sambut Baik dan Apresiasi Semarakkan Malam Natal, Swiss-Belinn Manyar Surabaya Bakal Hadirkan Acara Spesial Celebrate Christmas Harmony

POLITIK · 13 Agu 2022 12:54 WIB

AJI Surabaya Gelar Pelatihan Cek Fakta di Sumenep, Didukung Google News Initiative


 MOMENTUM. AJI Surabaya saat Gelar Pelatihan Cek Fakta di Kabupaten Sumenep. (FOTO/IST) Perbesar

MOMENTUM. AJI Surabaya saat Gelar Pelatihan Cek Fakta di Kabupaten Sumenep. (FOTO/IST)

SUMENEP, JURNALIS-INDONESIA.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya menggelar Fact-check Training for Journalists atau Pelatihan Cek Fakta untuk Jurnalis di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, di Java In Coffee and Resto sejak Kamis hingga Sabtu (11-13/8/2022).

Pelatihan yang dilaksanakan ini diikuti sebanyak 15 jurnalis dan pers mahasiswa. Kegiatan ini juga untuk memerkuat Kolaborasi Media Lokal Hadapi Tahun Politik sekaligus pentingnya peran jurnalis dan tokoh agama jadi garda terdepan menangkal hoaks.

Kegiatan ini didukung AJI Indonesia dan Google News Initiative. AJI Surabaya terus mendorong jurnalis lokal di Madura untuk berpartisipasi dalam menekan beredarnya disinformasi dan misinformasi.

“Ini bagian dari ikhtiar AJI dalam mendorong jurnalis lokal untuk terlibat dalam cek fakta. Harapannya, di Media masing-masing nantinya ada kanal khusus untuk cek fakta,” ujar Andre Yuris, Sekretaris AJI Surabaya dan Trainer Google News Initiative.

Andre Yuris mengemukakan perlunya kolaborasi lintas media untuk mencegah menyebarnya missinformasi dan disinformasi.
Jurnalis juga punya tanggungj awab menyampaikan kebenaran kepada publik.

“Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, konten hoaks juga jadi lebih cepat beredar,” kata Andre.

Melalui penguatan kapasitas dalam verifikasi fakta kata dia dapat membantu media lokal menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas. Sehingga dengan sendirinya berkontribusi memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas.

“Kemampuan cek fakta juga merupakan peluang profesi baru bagi teman-teman jurnalis,” tambahnya seraya mencontohkan media nasional seperti Tempo.co, Kompas.com, dan Liputan 6 memiliki kanal khusus cek fakta dan dikerjakan oleh jurnalis dan pemeriksa fakta.

Pentingnya literasi digital kalangan jurnalis dan tokoh agama

Pemilu maupun Pilkada kerap menjadi area konflik yang dianggap sah dan legal, bahkan sampai ke taraf kekerasan fisik. “Kekerasan fisik ini tak jarang bermula dari fitnah dan hoaks di dunia maya,” ujar salah satu trainer yang juga Divisi Data, Informasi, dan Komunikasi AJI Surabaya, Artika Farmita.

Persebaran berita palsu juga cenderung meningkat di tahun politik, terutama menjelang Pilkada maupun Pilpres. Berdasarkan data Kemenkominfo, hoaks di media sosial meningkat signifikan sejak Januari 2018.

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya

Rangkul Generasi Millenial Dan Gen Z, PKB Pemalang Adakan Pendidikan Kader Loyalis Partai

15 November 2025 - 16:18 WIB

NasDem Jatim Gelar Rakerwil: Momentum Konsolidasi Susun Strategi Pemenangan Hadapi Pemilu 2029

2 November 2025 - 18:04 WIB

Anggota DPR RI Lita Machfud Arifin Peduli Kelompok Seni Difabel, Berikan Dukungan dan Bantuan

20 Oktober 2025 - 17:39 WIB

Sambut HUT ke-14, NasDem Jatim Gelar Aksi Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Serentak di 38 Daerah

16 Oktober 2025 - 15:28 WIB

Sering Dikeluhkan, DPRD Sumenep juga Dorong Layanan Kapal Express Bahari Perbaiki Layanan

13 Oktober 2025 - 22:48 WIB

Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Operasikan APHT

9 Oktober 2025 - 12:36 WIB

Trending di POLITIK