Menu

Mode Gelap
Satpol PP Tidak Berani Tutup Proyek Pabrik Pakan Ternak Tak Berijin, Ada Apa? Dari HPN 2026, DPRD Sumenep Ajak Pers Jaga Integritas dan Kawal Kebijakan Publik Seluruh Karyawan dan Manajemen RSUD Sumenep Ucapkan HPN 2026: Direktur Erliyati Harap Pers Tetap Profesional dan Independen Momentum HPN 2026: Bupati Sumenep Cak Fauzi Ajak Insan Pers Terus Dukung Kemajuan Daerah Bupati Sumenep Tinjau Karduluk, Salurkan Bantuan Lanjutan untuk Korban Bencana Angin Kencang

JURNALIS INDONESIA · 25 Feb 2022 00:14 WIB

Dinkes & KB Kabupaten Sumenep Minta Masyarakat Waspada Penyakit TBC


 Ilustrasi halodok.com (ist) Perbesar

Ilustrasi halodok.com (ist)

JURNALIS INDONESIA, Sumenep – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat perkembangan penyakit TBC (Tuberkulosis) hingga saat ini masih tinggi.

Berdasarkan data di Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep tercatat ada 1.824 pasien yang ditemukan positif TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dan KB Sumenep Kusmawati mengatakan penyakit TBC tersebar di berbagai kecamatan, dan perkembangannya masih tinggi.

“Penyakit TBC ini, harus kita waspadai, karena penyakit ini lebih berbahaya dari Omicron/Covid-19. Total pasien yang berhasil ditemukan sebanyak 1.824 pasien,” kata Kusmawati kepada wartawan di Sumenep, Rabu (23/2/2022).

Dijelaskan, sesuai data pada tahun 2020 angka kasus TBC yang ternotifikasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tercatat 1.271 kasus.

Namun tersebut jelas dia hanya 57% dari 2.200 perkiraan kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, angka temuan kasus ini juga mengalami penurunan menjadi 77% jika dibandingkan 2019 di mana capaian penemuan kasus 87%.

Kesuksesan pengobatanpun baru mencapai 88% masih ada 12% terdiri dari gagal pengobatan, 0,1%, meninggal 5%, drop out 4,6% dan pindah 0,7%. (Dinkes Kabupaten Sumenep, 2020).

Kusmawati menjelaskan jika memang ada perbedaan penanganan dari penyakit TBC.

“Kalau menurut saya, penanganan Covid-19 itu lebih mudah dari TBC, TBC itu membutuhkan waktu yang lama, dan obatnya juga khusus,” katanya.

Pihaknya mengatakan jika pada tahun ini penanganan TBC akan dibawah naungan langsung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sedangkan obat untuk pasien TBC, akan diberikan secara gratis. Dan mulai direalisasikan pada tahun 2022.

“Paling tidak obat gratis sampai sembuh,” jelasnya.

Pihaknya ingin TBC ke depan tidak lagi trending, minimal berkurang dari 100 persen. Karena, dengan adanya kader TBC yang sudah dilatih, dimungkinkan ada pasien-pasien TBC baru yang ditemukan. Sebab tugas para kader, memang mencari masyarakat yang diduga menderita TBC.

“Kalau peningkatan insyaallah pasti ada, tapi mudah-mudahan tidak sampai 100%,” pungkasnya. (dtz/red)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Kepala Desa Bantarbolang dan Perangkat Gelar Jumat Bersih di Kantor Balai Desa

6 Februari 2026 - 09:56 WIB

Kepala KUA Kecamatan Gayam Sampaikan Pesan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah

2 Februari 2026 - 23:08 WIB

Pemdes Grujugan Peringati Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah: Kades Didik Susanto Ajak Tingkatkan Kualitas Ibadah

2 Februari 2026 - 22:46 WIB

Pemdes Kebunagung di Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah Ajak Perkuat Keimanan dan Perbanyak Doa

2 Februari 2026 - 20:13 WIB

PBH Jatim Hadir di Sumenep, Digagas Jadi Wadah Pendampingan, Dialog hingga Pencerahan Hukum

1 Februari 2026 - 00:38 WIB

PBH Jatim Hadir di Sumenep, Digagas Jadi Wadah Pendampingan, Dialog hingga Pencerahan Hukum

Karang Taruna Desa Bantarbolang Galang Dana Peduli Banjir dan Longsor

31 Januari 2026 - 18:46 WIB

Trending di JURNALIS INDONESIA

Sorry. No data so far.