Menu

Mode Gelap

HUKUM & KRIMINAL · 8 Mar 2023 14:28 WIB

Inspektorat Sebut Dugaan Perzinahan Oknum ASN di Setkab Sumenep Proses Pemeriksaan


 LALU-LALANG: Kendaraan saat melintas di depan kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep. (foto jurnalis indonesia) Perbesar

LALU-LALANG: Kendaraan saat melintas di depan kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep. (foto jurnalis indonesia)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan perzinahan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang bekerja satu atap di kantor sekretariat daerah (Setkab) berinisial DAN dengan pria yang bukan suaminya berinisial IS yang sama-sama abdi negara yang menyebabkan melahirkan anak yang mencoreng nama baik ternyata dalam proses pemeriksaan Inspektorat setempat.

“Proses pemeriksaan,” terang Asis Munandar, Inspektur Pembantu lll Inspektorat Kabupaten Sumenep kepada jurnalis indonesia via selulernya, Rabu (8/3/2023).

Hanya saja Asis Munandar tidak menjelaskan sejauh mana proses pemeriksaan yang dilakukan terkait dugaan perzinahan oknum ASN berinisial DAN dengan pria yang bukan suaminya berinisial IS yang sama-sama ASN yang bekerja satu atap di Setkab Sumenep.

BACA JUGA: Soal Dugaan Perzinahan Oknum ASN di Setkab Sumenep, Kahir: Tindakan Wewenangnya BKPSDM & Inspektorat

Sebelumnya diberitakan, Kabag Humas Setkab Sumenep Abd. Kahir menyebut soal tindakan yang pantas diberikan kepada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dugaan perzinahan di lingkungan Setkab merupakan kewenangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat setempat.

“Bukan kewenangan saya jawabnya, namun BKPSDM dan Inspektorat,” sebut Kahir selaku atasan dugaan perzinahan oknum ASN perempuan berinisial DAN, dengan pria yang bukan suaminya yang juga ASN yang bekerja satu atap di Setkab hingga menyebabkan melahirkan anak, saat dikonfirmasi dilansir, Rabu (8/3).

BACA JUGA: Menyeruaknya Kasus Dugaan Perzinahan Oknum ASN di Setkab Sumenep

Kasus dugaan perzinahan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Sumenep, yang bekerja satu atap di kantor sekretariat daerah (Setkab), berinisial DAN dengan pria yang bukan suaminya berinisial IS yang sama-sama abdi negara yang menyebabkan melahirkan anak ternyata tidak tiba-tiba muncul disaat kasus itu terbukti ketika hasil test Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) si anak berbeda dengan kedua orangtuanya.

Menurut sumber terpercaya, sebelumnya juga disebutkan, jika pimpinan ‘atasan’ DAN berupaya mendamaikan kasus itu dengan suami DAN, berinisial EML. Demikian pula ‘atasan’ EML, berusaha mendamaikan keduanya. Namun DAN menolak damai dan bersikukuh anak yang dilahirkan adalah darah daging EML.

Padahal menurut sumber, golongan darah DAN ‘O’ dan EML ‘O’. Secara theori genetik si anak mestinya ‘O’. Tapi si anak justru memiliki golongan darah ‘AB’.

Seandainya, lanjutnya, DAN mau test DNA secara mandiri, kasus itu tidak akan sampai pada polisi, cukup diketahui saja. EML hanya bertujuan agar si anak memilki kejelasan status kewaliannya. Sebab jika memang bukan anak EML, maka EML tidak berhak kelak menjadi walinya.

“EML hanya ingin mempertanggungjawabkan kebenaran perwalian anak itu. Agar tidak salah dihadapan Allah,” papar sumber. Namun DAN bersikukuh dan merasa benar bahwa anak itu darah daging EML.

Sumber mengungkapkan, sejak anak itu baru dilahirkan, dan hendak diadzani oleh EML, EML bertanya pada DAN. “Kok beda wajah anak ini dengan kamu dan aku,” tanya EML kepada DAN. DAN lantas menjawab “Anak itu berubah ubah wajahnya jika masih bayi hingga 40 hari,” jawab DAN. EML pun menunggunya hingga 40 hari, namun wajah anak itu tetap tidak mirip DAN dan EML.

Sehingga menurut sumber, dalam perjalanan waktu usia si anak hingga berusia setahun, pertengkaran ditengarai terus terjadi terkait si anak. Sebab naluri keingintahuan status anak itu semakin menggebu. Lalu dipaksalah DAN untuk test golongan darah. Dan ternyata golongan darah si anak ‘AB’. Pihak laboratorium merasa heran, kenapa bisa berbeda golongan darah anaknya.

Lanjut sumber, EML lantas meragukan hasil test golongan darah Laboratorium yang terletak di Jalan Setiabudi, lalu mengajak ke Laboratorium lainnya, namun hasilnya ‘tetap’ sama saja.

Keyakinan EML bahwa anak tersebut bukan darah dagingnya, masih belum sempurna. Kemudian beber sumber, ia mendatangi profesor yang mengerti tentang terjadinya golongan darah si anak. Ternyata profesor itu memberikan keyakinan, bahwa anak tersebut bukan darah dagingnya.

Sebab disebutkan, dalam theory, terjadinya perbedaan darah anak dari kedua orangtuanya, hanya bisa terjadi 1 banding seribu. Dan untuk darah golongan ‘O’ pada kedua orangtuanya, mustahil terjadi perbedaan golongan darah terhadap anaknya. Dipastikan golongan ‘O’ juga.

“EML sebenarnya sudah yakin sejak awal bahwa anak itu bukan darah dagingnya,” papar sumber.

BACA JUGA: Oknum ASN di Sumenep Diduga Lakukan Perzinahan, Hasil DNA-nya Disebutkan Positive

Ditulis sebelumnya juga, laporan EML nama samaran inisial, salah seorang ASN dilingkup kantor badan keuangan Pemkab Sumenep ke Polres setempat atas dugaan anak yang dilahirkan istrinya yang berinisial DAN adalah buah perzinahan dengan laki-laki lain, ternyata berujung damai.

Namun menurut sumber terpercaya, menyebut, hasil test Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Laboratorium Forensik Polda Jatim, anak yang dilahirkan dari rahim DAN yang juga ASN di Sumenep dilingkup bagian Setkab, ternyata tidak identik dengan DNA EML, suami dari DAN.

Kasus laporan EML ke Polres Sumenep beber sumber, menjadi perhatian publik, mengingat EML dan DAN adalah sama-sama ASN dan ditengarai perzinahan yang dilakukan DAN diduga dilakukan dengan pria yang bekerja dilingkup sekretariat daerah kabupaten Sumenep.

“Antara DAN dan pria yang diduga bapak biologis anak yang dilahirkan DAN bekerja di satu atap di Setkab. Hubungan DAN dengan pria itu dilingkup pemkab Sumenep memang menjadi rasan-rasan kuat. Bahkan ketika DAN melahirkan anak, ternyata wajah anak yang dilahirkan DAN tidak mirip dengan EML, malah mirip laki-laki lain yang diduga ayah biologis si anak bernama berinisial IS. Test darah dilakukan atas anak tersebut, ternyata juga tidak identik dengan kedua orang tua anak itu,“ bebernya.

Lanjut sumber membeberkan, kemudian EML minta kepada penyidik Polres Sumenep agar dilakukan Test DNA ke Laboratorium Forensik Polda Jatim.

“Hasil Test DNA dari Polda yang dibacakan penyidik di Polres, ternyata dipastikan bukan anak EML,“ sebutnya. (*ji/ils/red)

KLIK DISINI: Berita terbaru di Google News

Artikel ini telah dibaca 355 kali

Baca Lainnya

Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Pengedar Narkoba

13 Juli 2024 - 19:54 WIB

Eko Beni Widarman Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan, Kini dalam Pemeriksaan

13 Juli 2024 - 07:47 WIB

Tim Opsnal Sakera Sakti Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Amankan Pelaku Pencabulan Anak

9 Juli 2024 - 14:43 WIB

Rektor UINSA Apresiasi Polda Jatim Atas Keberhasilan Tangkap 2 Jambret yang Menewaskan Mahasiswi

6 Juli 2024 - 09:07 WIB

Jurnalis Pamekasan Gelar Aksi Solidaritas Atas Kematian Wartawan TribrataTV

6 Juli 2024 - 08:53 WIB

Polda Jatim Berhasil Amankan 2 Tersangka Jambret yang Menewaskan Mahasiswi

5 Juli 2024 - 19:36 WIB

Trending di HUKUM & KRIMINAL