PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Dinkes & KB Kabupaten Sumenep Minta Masyarakat Waspada Penyakit TBC

Pada
Ilustrasi halodok.com (ist)
A-AA+A++

JURNALIS INDONESIA, Sumenep – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat perkembangan penyakit TBC (Tuberkulosis) hingga saat ini masih tinggi.

Berdasarkan data di Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep tercatat ada 1.824 pasien yang ditemukan positif TBC.

IMG-20260926-WA0006

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dan KB Sumenep Kusmawati mengatakan penyakit TBC tersebar di berbagai kecamatan, dan perkembangannya masih tinggi.

“Penyakit TBC ini, harus kita waspadai, karena penyakit ini lebih berbahaya dari Omicron/Covid-19. Total pasien yang berhasil ditemukan sebanyak 1.824 pasien,” kata Kusmawati kepada wartawan di Sumenep, Rabu (23/2/2022).

Dijelaskan, sesuai data pada tahun 2020 angka kasus TBC yang ternotifikasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tercatat 1.271 kasus.

Namun tersebut jelas dia hanya 57% dari 2.200 perkiraan kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, angka temuan kasus ini juga mengalami penurunan menjadi 77% jika dibandingkan 2019 di mana capaian penemuan kasus 87%.

Kesuksesan pengobatanpun baru mencapai 88% masih ada 12% terdiri dari gagal pengobatan, 0,1%, meninggal 5%, drop out 4,6% dan pindah 0,7%. (Dinkes Kabupaten Sumenep, 2020).

Kusmawati menjelaskan jika memang ada perbedaan penanganan dari penyakit TBC.

“Kalau menurut saya, penanganan Covid-19 itu lebih mudah dari TBC, TBC itu membutuhkan waktu yang lama, dan obatnya juga khusus,” katanya.

Pihaknya mengatakan jika pada tahun ini penanganan TBC akan dibawah naungan langsung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sedangkan obat untuk pasien TBC, akan diberikan secara gratis. Dan mulai direalisasikan pada tahun 2022.

“Paling tidak obat gratis sampai sembuh,” jelasnya.

Pihaknya ingin TBC ke depan tidak lagi trending, minimal berkurang dari 100 persen. Karena, dengan adanya kader TBC yang sudah dilatih, dimungkinkan ada pasien-pasien TBC baru yang ditemukan. Sebab tugas para kader, memang mencari masyarakat yang diduga menderita TBC.

“Kalau peningkatan insyaallah pasti ada, tapi mudah-mudahan tidak sampai 100%,” pungkasnya. (dtz/red)

Bacaan Lainnya

Dedikasi untuk Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP H. Ali Zainal Abidin Terima Indonesia Excellence Choice Award 2026

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kiprah di bidang sosial...

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan 757 Anak Yatim

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

Bang Ali Kembali Gelar Aksi BBM Gratis, Sasar Warga Pamekasan hingga Sampang

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Gerakan sosial yang dilakukan...

AZ Syahra Nastiti Ramadhani, Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Ukir Prestasi dari Nasional hingga Internasional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Medali demi medali tidak...

Ringan Beban Warga, Bang Ali Zainal Abidin Bagikan BBM Gratis di Pamekasan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Semangat Fastabiqul Khairat atau...

SMAN 1 Masalembu Juara I Lomba Antikorupsi, Siap Wakili Sumenep ke Tingkat Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *