SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menyempatkan mengunjungi sejumlah stan setelah membuka Madura Culture Festival (MCF) 2026, Rabu (26/8/2026) malam.
Didampingi Asisten dan Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, Agus berkeliling melihat berbagai potensi yang ditampilkan dalam ajang yang mengusung seni dan budaya tersebut.
Salah satu stan yang mendapat kunjungan Sekda adalah stan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep bahkan meluangkan waktu masuk ke dalam stan dan berbincang dengan jajaran Bapenda.
Dalam kesempatan itu, Sekda Agus Dwi Saputra didampingi Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, bersama Kepala Bidang P2D, Akhmad Sugiharto.
Kunjungan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Obrolan ringan antara Sekda dan jajaran Bapenda membuat suasana di stan semakin hangat.
Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Sekda menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan kepada perangkat daerah yang turut berpartisipasi dalam MCF 2026.
“Terima kasih atas kunjungan Bapak Sekda ke stan Bapenda. Bagi kami, ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang sangat berarti,” ujar Ferdiansyah di sela kegiatan.
Ia menilai MCF 2026 memiliki manfaat lebih luas karena tidak hanya menjadi ajang pelestarian dan pertunjukan budaya. Festival tersebut juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mudah-mudahan MCF dapat memberikan manfaat serta semakin memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi daerah,” katanya.
Kehadiran Sekda di stan Bapenda juga memperlihatkan sisi humanis dalam pelaksanaan MCF 2026. Interaksi sederhana tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi antara pimpinan daerah dan perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan.
Di tengah kemeriahan pertunjukan dan berbagai sajian budaya, kunjungan tersebut turut mewarnai rangkaian MCF 2026. Festival ini tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi berbagai unsur di Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon