SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Beragam produk kuliner lokal yang ditampilkan Pemerintah Kecamatan Gapura menjadi salah satu daya tarik dalam Festival Desa Wisata MCF 2026. Aneka makanan dan olahan hasil kreativitas masyarakat tersebut turut mendapat perhatian saat jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep mengunjungi stand Gapura.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Asisten, Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., serta rombongan Forkopimda menyempatkan diri melihat berbagai produk yang dipamerkan di stand Kecamatan Gapura, Rabu (26/08/2026) malam.
Rombongan pemerintah daerah diterima langsung Camat Gapura Kamiludin, S.Pd.I., didampingi Sekretaris Kecamatan Darto Santoso, S.AN., Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta jajaran Pemerintah Kecamatan Gapura.
Camat Kamiludin menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian dari jajaran Pemkab Sumenep menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan dan mempromosikan potensi lokal.
“Terima kasih atas kunjungan Sekdakab Sumenep bersama rombongan ke stand Pemerintah Kecamatan Gapura. Bagi kami, ini merupakan bentuk dukungan terhadap potensi yang dimiliki masyarakat,” ujar Kamiludin di sela kegiatan.
Berbagai produk khas masyarakat Gapura ditata di stand tersebut. Di antaranya kerupuk poli, ketuk kelapa, khusus goreng, kerupuk bayam, gula siwalan, keripik tempe, kacang telur, srikaya pepaya, hingga tahu pentol Poja.
Kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai pelengkap pameran. Pemerintah Kecamatan Gapura melihat potensi kuliner lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif sekaligus salah satu daya tarik yang dapat mendukung sektor pariwisata.
“Festival ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk masyarakat Gapura kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya, kuliner lokal tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan,” katanya.
Camat Kamiludin menambahkan, pengembangan desa wisata membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Potensi destinasi, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat perlu dikembangkan secara bersamaan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.
Karena itu, pihaknya berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas produk dan melakukan inovasi. Produk lokal, kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu berkembang menjadi komoditas yang memiliki daya saing.
“Kami akan terus mendorong masyarakat dan pelaku UMKM untuk menjaga kualitas sekaligus berinovasi. Potensi lokal harus bisa menjadi kekuatan ekonomi dan identitas Kecamatan Gapura,” tegasnya.
Festival Desa Wisata MCF 2026 menjadi salah satu ruang promosi bagi berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan keunggulan wilayah masing-masing. Tidak hanya destinasi wisata, produk kuliner dan hasil kreativitas masyarakat turut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah.
Bagi Kecamatan Gapura, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas pengenalan produk masyarakat. Dukungan pemerintah dan tingginya perhatian pengunjung diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Produk yang dipamerkan juga mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah berbagai bahan pangan lokal menjadi makanan bernilai ekonomi. Mulai dari makanan tradisional hingga aneka camilan, semuanya menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang terus dikembangkan di Kecamatan Gapura.
Kunjungan jajaran Pemkab Sumenep ke stand Gapura pun diharapkan semakin memotivasi pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat untuk menggali potensi yang ada. Dengan pengemasan yang lebih menarik serta peningkatan kualitas, produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing.

Tidak ada Respon