SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) Surabaya memiliki nahkoda baru untuk periode 2026–2030. Dr. Nur’annafi Farni Syam Maella, M.I.Kom., dipercaya mengemban amanah sebagai dekan untuk empat tahun ke depan.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi di lingkungan Fikom Unitomo. Kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu menghadirkan semangat dan gagasan segar dalam menjawab perkembangan teknologi komunikasi serta kebutuhan industri yang terus berubah.
Transformasi teknologi digital turut memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan ilmu komunikasi. Berbagai sektor, mulai dari media, hubungan masyarakat, komunikasi korporat, pemasaran digital, produksi konten hingga komunikasi pemerintahan, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kreatif, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan zaman.
Kondisi itu menjadi salah satu pekerjaan penting bagi jajaran pimpinan Fikom Unitomo selama masa kepemimpinan 2026–2030. Penguatan proses pembelajaran, peningkatan kompetensi digital mahasiswa, perluasan kerja sama dengan dunia industri, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian yang dinilai penting untuk menjaga kualitas sekaligus relevansi pendidikan ilmu komunikasi.
Meski mendapat kepercayaan memimpin fakultas, Dr. Nur’annafi tidak ingin mengawali masa jabatannya dengan berbagai janji. Ia memandang posisi dekan sebagai sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya tidak ingin menjanjikan apa-apa karena bagi saya, jabatan ini adalah amanah. Ini bukan sesuatu yang hanya untuk dirayakan, tetapi mengandung tanggung jawab yang besar,” ujar Dr. Nur’annafi.
Menurutnya, tanggung jawab sebagai pimpinan fakultas tidak berhenti pada persoalan administrasi dan pengelolaan kelembagaan. Ada tanggung jawab yang lebih besar, yakni memastikan mahasiswa dapat menuntaskan pendidikan dan menjadi lulusan yang mampu diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya harus bertanggung jawab kepada mahasiswa. Mereka tentu ingin menjadi sarjana yang dapat diterima dan berkontribusi di masyarakat. Di dalam harapan mahasiswa tersebut juga terdapat harapan besar dari orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Fikom Universitas Dr. Soetomo,” katanya.
Ia menyadari bahwa kepercayaan dari mahasiswa dan orang tua merupakan amanah yang tidak ringan. Karena itu, kemajuan Fikom Unitomo tidak mungkin hanya bergantung pada sosok dekan, melainkan membutuhkan kerja bersama dari seluruh unsur yang ada di dalam dan di luar fakultas.
Sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, orang tua, pihak universitas, mitra industri, pemerintah, media, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Melalui kolaborasi yang kuat, Fikom Unitomo diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik maupun profesional.
Kepemimpinan Dr. Nur’annafi Farni Syam Maella untuk periode 2026–2030 pun membawa harapan baru bagi sivitas akademika Fikom Unitomo. Dengan dukungan berbagai pihak, fakultas diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperkuat kualitas pendidikan, dan melahirkan lulusan ilmu komunikasi yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tidak ada Respon