PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012

Ketua DPC Projo Sampang Nilai Slamet Junaidi Sebar Hoax Proyek Jalan Saat Debat Perdana

Pada
Herman Hidayat, Ketua DPC Pro Jokowi Sampang
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Pasangan Jimad Sakteh H Slamet Junaidi dan Mahfud dinilai menyebar informasi hoax, pasalnya pada debat perdana H Slamet Junaidi mengungkapkan bahwa ada penolakan proyek senilai 25 miliar pada Jalan Kedungdung – Bringkoning.

Menanggapi hal tersebut Herman Hidayat, Ketua DPC Pro Jokowi Sampang menilai H Slamet Junaidi menyebar hoax dan menyesesatkan masyarakat.

Dalam debat tersebut H Slamet Junaidi mengatakan bahwa Jalan Kedungdung Bringkoning sudah ditender tetapi ditolak.

Pasangan Jimad Sakteh H Slamet Junaidi dan Mahfud saat Debat Perdana

“Poros Kedungdung Bringkoning sudah ditender anggarannya 25 miliar, coba dilihat di balai besar. Tapi, dibatalkan karena ada penolakan, gak tau siapa yang menolak. Kedua poros Tambelengan Banyuates sudah 67 miliar sudah direalisasikan tapi batal juga,” kata Slamet Junaidi saat sesi debat perdana di JTV.

Herman Hidayat, Ketua DPC Pro Jokowi Sampang sangat menyayangkan atas tuduhan ada penolakan yang dilontarkan oleh H Slamet Junaidi.

“Itu fitnah kejam dan tuduhan yang tidak berdasar, siapa itu yang menolak. Tolong pak jangan nyebar berita hoax dan menyesatkan masyarakat Kabupaten Sampang,” ucap Herman.

Herman pun menambahkan itu proyek IJD (Inpres Jalan Daerah) dan kewenangan langsung dari pusat.

“Itu proyek IJD kewenangannya langsung dari pusat ialah Kementerian PU dan bukan hanya jalan di Sampang yang gagal. Tetapi, se Jawa Timur. Termasuk di Bangkalan jalan poros Campor dan Arosbaya. Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa pernyataan H Slamet Junaidi itu telah melenceng dan menyesatkan masyarakat,” terangnya, Rabu (06/11/2024)

Herman juga menantang H Slamet Junaidi datang bersama-sama ke BBPJN Jatim Bali di Waru Sidoarjo.

“Ayo kalau berani ke BBPJN Jatim Bali, untuk mengklarifikasi jalan tersebut. Untuk memastikan apakah ada penolakan atau tidak,” tantang Ketua ProJo Sampang yang akrab disapa Mamank.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali I Made Gede Widiasa saat dikonfirmasi oleh media ini melalui jaringan seluler menegaskan bahwa tidak pernah ada penolakan.

“Saya tidak pernah mendengar bahwa proyek Kedungdung Bringkoning dan Tambelangan Banyuates ditolak, beberapa bulan yang lalu teman-teman datang ke balai hanya meminta pekerjaan sesuai dengan spesifikasi,” tegas Dede.

Terakhir Dede, PPK 3.4 menyampaikan bahwa paket IJD banyak yang gagal dilaksanakan bukan hanya di Sampang.

“Paket IJD ini pak banyak yang tidak jadi dilaksanakan, bukan hanya di Sampang tetapi di Jawa Timur dan bali juga banyak. Jadi, ini permasalahan nasional bukan hanya kabupaten pak,” terangnya. (sid)

Bacaan Lainnya

Warga Masalembu Apresiasi Pengabdian Rahmat Rahim, Berharap Dodi Dores Lanjutkan Pelayanan Prima

JATIM (JURNALIS INDONESIA) – Pergantian kepemimpinan di Kantor...

Pajak Daerah Sumenep Terus Meningkat, Bapenda Berikan Penghargaan kepada Wajib Pajak

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Wujud Terima Kasih kepada Guru, Owner Ayunda Group Pamekasan Berikan Hadiah Umrah di HUT Putrinya di SDN Barkot III

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Perayaan ulang tahun ke-11...

Buka Turnamen Voli Pantai 2026 di Wisata Slopeng, Bupati Cak Fauzi Dorong Kemajuan Olahraga Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Puncak Dies Natalis ke-23, SMAN 1 Masalembu Gelar Malam Tasyakuran dan Doa Bersama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rangkaian peringatan Dies Natalis...

Masyarakat Minta Proyek Penanggulangan Banjir Nambakor Sumenep Tidak Dikerjakan Asal-Asalan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pekerjaan proyek penanggulangan banjir...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *