PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Pada
Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih
Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih
A-AA+A++

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah menghentikan program pembekalan berupa Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diwajibkan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti pelatihan dasar militer.

IMG-20260926-WA0006

Menurut Komnas HAM, materi latihan militer tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi. Penguatan kapasitas calon manajer seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, serta literasi keuangan.

Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menegaskan pemerintah perlu mengevaluasi sekaligus menghentikan pelaksanaan pembekalan berbasis latihan dasar militer bagi calon manajer KDMP maupun KNMP.

“Agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manajer koperasi KDMP dan KNMP,” ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan, koperasi merupakan lembaga ekonomi yang berorientasi pada pengelolaan usaha, pelayanan kepada anggota, serta tata kelola organisasi. Karena itu, pelatihan dasar kemiliteran dinilai tidak secara langsung mendukung tercapainya kompetensi tersebut.

Komnas HAM juga menyoroti adanya korban jiwa dalam pelaksanaan program tersebut sehingga menjadi perhatian serius yang harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Pertahanan hingga 27 Juni 2026, lima peserta SPPI meninggal dunia akibat sejumlah kondisi medis, di antaranya heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.

Kelima peserta yang meninggal dunia tersebut yakni Yonanda Mohamad Taufiq saat mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Annisa Muyassaroh di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Novia Rahmadhani Sihotang di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Muhammad Rifqi Renaldi di Satdik Yon Para Raider 465, serta Nola Diasari di Satdik C Kalimantan.

Bacaan Lainnya

DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan 9 Raperda, Delapan Diajukan ke Gubernur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Merasa Dipermalukan di Media Sosial, Anggota Arisan Sumenep Akan Tempuh Jalur Hukum

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Seorang perempuan berinisial T...

Bupati Sumenep Ucapkan Selamat atas Dua Penghargaan Asia yang Diterima Founder BIP Ali Zainal Abidin

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi...

Bang Ali Raih Dua Penghargaan Asia, Dipersembahkan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kiprah Yayasan Bani Insan...

Dedikasi untuk Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP H. Ali Zainal Abidin Terima Indonesia Excellence Choice Award 2026

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kiprah di bidang sosial...

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan 757 Anak Yatim

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *