PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Pemkab Sumenep Dipimpin Bupati Cak Fauzi Komitmen Rawat Budaya Macopat

Pada
Pemkab Sumenep Dipimpin Bupati Cak Fauzi Komitmen Rawat Budaya Macopat
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang familiar disapa Cak Fauzi memiliki komitmen untuk menjaga dan merawat budaya leluhur Mamaca atau Macopat.

Salah satu buktinya, Pemkab Sumenep, Sabtu (20/01/2024) malam, untuk memperkenalkan dan meningkatkan eksistensi seni budaya itu mengadakan Festival Macopat di Pendopo Agung Keraton.

IMG-20260926-WA0006

Pada festival itu dengan menghadirkan ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Sumenep, sebagai upaya mengenalkan budaya Macopat kepada regenerasi, sehingga mereka mempunyai daya tarik untuk melestarikannya.

“Pemerintah daerah berusaha untuk mengenalkan Macopat lebih jauh tentang sejarah dan identitas daerah, dengan mewariskan nilai-nilai seni budaya kepada generasi muda,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela Festival Macopat.

Generasi muda kata Bupati Cak Fauzi, melestarikan dan mewarisi Macopat sangat penting sebagai langkah nyata dalam menjaga kearifan budaya lokal untuk saat ini dan masa mendatang, sehingga tidak punah dan tergilas oleh kemajuan zaman.

“Diharapkan, pelajar atau generasi muda peduli untuk melestarikan, menjaga dan memelihara Macopat dengan mengembangkan nilai budaya itu,” ajak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati Cak Fauzi berharap, festival yang baru pertama diadakan tahun 2024 ini sebagai media edukasi kepada para pelajar dan generasi muda, untuk bersama-sama mengangkat seni budaya agar diminati generasi muda, karena saat ini, penggiat Macopat hanya dilakukan oleh usia lanjut.

“Apalagi, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membuat banyak budaya daerah tergerus. Oleh karena itu, melestarikan budaya daerah sangat penting dilakukan demi memelihara nilai-nilai tradisional yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bahkan, festival yang dihadiri oleh siswa SMA ini tidak hanya menampilkan Macopat oleh kelompok Setia Kawan Desa Parsanga Kecamatan Kota, namun juga Tari Sintung yang berasal dari Dusun Batang Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten, dan Topeng Dalang oleh Rukun Pewaras Kecamatan Dasuk, sehingga Festival Macopat, tari dan musik tradisional itu, bisa menjaga kearifan seni budaya Kabupaten Sumenep.

“Pemerintah daerah tentu saja mendorong kegiatan seni budaya dalam rangka melestarikannya, karena budaya daerah bisa memberikan nilai-nilai edukasi, seperti nilai-nilai religi, moral, dan pendidikan,” tutur Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang familiar disapa Cak Fauzi.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Sekda Agus Dwi Saputra ke Stan Bapenda Sumenep Warnai Semarak MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

Angkat Tema Keraton, Raja hingga Sultan Nusantara Siap Hadiri Madura Ethnic Carnival 2026 di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Ethnic Carnival (MEC)...

Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Tatorbangan di Desa Torbang

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi Tatorbangan kembali digelar...

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah Bakal Unjuk Kreativitas Bertema Keraton Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ajang Madura Ethnic Carnival...

DRT The Big Family Sumenep Tunjukkan Kepedulian terhadap Seni Tradisional Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dukungan terhadap pelestarian seni...

HM Family Dukung Pelestarian Budaya Musik Tong-Tong se-Madura dengan Jadi Sponsor Sabda Alam Pamekasan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peran dunia usaha dalam...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *