PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Rencana Kedatangan Habib Rizik ke Pemalang, PWI LS dan FPI Jawa Tengah Saling Ancam Kerahkan Massa

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Rencana kedatangan Habib Rizik Sihab (HRS) ke Pemalang besok pada tanggal (23/7/2025) ke Desa Pegundan Petarukan Pemalang mendapat penolakan dari Perjuangan Wali Songo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI LS).

Dalam surat tertanggal 11 Juli 2025, yang ditandatangani oleh Kyai Wahyudin MPd itu, PWI LS Kabupaten Pemalang mengajak dan meminta bantuan kepada PWI LS Tegal, Slawi, Brebes, Pekalongan dan Kajen untuk bersama-sama mengerahkan massa menolak dan mencegah kedatangan Habib HRS dari Yaman itu.

IMG-20260926-WA0006

Menanggapi surat PWI LS itu, DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) Jawa Tengah juga siap mengerahkan massa dengan melibatkan pasukan dari FPI wilayah Pantura dan eks Karesidenan Banyumas.

Surat tertanggal 16 Juli 2025 dari FPI itu ditandatangani oleh Hb Alwi bin Hamzah Al Hieyed.

Siapa Imron Rosadi?

Sebelumnya beredar brosur/gambar tentang akan diadakannya Tablik Akbar/pengajian yang sifatnya terbuka untuk umum, dengan mengundang pembicara Habib Rizik Sihab (HRS), dengan lokasi di rumah Imron Rosadi warga Desa Pegundan Petarukan.

“Kemungkinan acara itu diadakan secara pribadi,” ujar Kepala Desa Pegundan Sutrisno.

Sutrisno juga menjelaskan bahwa Imron Rosadi adalah warga Desa Walangsanga Moga yang menikah dengan warga desa Pegundan.

Ketika media mengunjungi rumah Imron Rosadi di Jl. Dorowati Pegundan, terlihat beberapa foto habib terpampang di dalam rumahnya.

Istri Imron Rosadi kepada media juga menjelaskan bahwa suaminya berprofesi sebagai sopir truk di Jakarta .

Ketika dihubungi lewat telepon, Kades Sutrisno dan Imron Rosadi memberikan jawaban yang sama bahwa pihaknya tengah mengadakan rapat di Kantor Kesbangpol Pemalang bersama dengan Intelkam Polres Pemalang.

Seusai mengikuti rapat, Imron Rosadi menjelaskan bahwa rapat tersebut berisi kesepakatan bersama, antara PWI LS dengan FPI untuk saling menjaga ketertiban sehingga tidak terjadi bentrok.

Imron Rosadi juga mengakui jika dirinya berprofesi sebagai sopir truk tanah/pasir di sekitar Tanjungpriuk Jakarta.

“Saya asli Walangsanga Moga. Almarhum yang akan saya adakan haul adalah guru saya yaitu KH Muhamad Hasyim yang makamnya di Moga,” tutur Imron Rosadi seusai solat di Masjid Agung Pemalang. (mam/ely)

Bacaan Lainnya

Beton Saluran Proyek Rp27,6 Miliar di Maluang Terlihat Rapuh saat Dibongkar

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Proyek Preservasi Jalan dan...

Diduga Serobot Ruang Jalan, Pembatas Parkir RSUD dr. Abdul Rivai Tuai Pertanyaan

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Pemasangan pembatas dan gerbang...

Harga Emas di Berau Menyentuh Rekor Baru, Naik Signifikan Akhir Pekan Ini

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Harga emas di Kabupaten Berau,...

Bupati Sumenep Peduli, Sembilan Nelayan Raas Dibantu Pulang dari Australia

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Media Expo 2026 Jadi Ruang Promosi UMKM dan Seni Budaya Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Dr. H....

Operasi Sikat Semeru 2026 Berbuah Hasil, Polresta Sumenep Amankan 10 Tersangka

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep mengungkap sembilan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *