Tari Sintren Khas Pemalang Tetap Eksis dan Jadi Hiburan Pilihan Rakyat

Pada
Tari Sintren Khas Pemalang Tetap Eksis dan Jadi Hiburan Pilihan Rakyat
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Kesenian dan kebudayaan tradisional Tarian Wayang Sintren yang merupakan warisan nenek moyang yang bernilai tinggi (Adi Luhung) khas Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tetap eksis dan menjadi hiburan pilihan rakyat, Jumat (23/2/2024).

Sampai sekarang di era modernisasi ini pertunjukan tari wayang sintren selalu ditunggu-tunggu dan menjadi tontonan keluarga masyarakat yang ada diseluruh wilayah Kabupaten Pemalang.

Sehingga dari para pemegang kebijakan di 14 Kecamatan yang masuk di wilayah Pemalang memberikan kebijakan membolehkan dan mempersilahkan apabila pertunjukan tari wayang sintren berada di wilayah mereka.

Pemegang Kebijakan wilayah Kabupaten Pemalang juga sudah memberikan lampu hijau kepada Dewan Kesenian Pemalang (DKP) bagi para pelaku kesenian tradisional jawa salah satunya tari wayang sintren yang ada di Kota Pemalang.

Pertunjukan tari wayang sintren dari Paguyuban Sintren Satria Budaya yang berlokasi di Jalan Sayanghe Desa Banjardawa Kecamatan Taman Pemalang dibawah pimpinan Hendro yang masih dibawah naungan dari Dewan Kesenian Pemalang.

Saat mereka tampil di halaman Taman Gumelem yang masih masuk di wilayah Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang di setiap hari Jumat membuat Taman Gumelem terlihat seperti lautan manusia dan ini menunjukan bahwa kesenian tradisional tidak lekang oleh kemajuan zaman sampai era sekarang.

Disela-sela penampilan tari wayang sintren berlangsung Kang Hendro sapaan akrabnya menyampaikan, penampilan di Taman Gumelem merupakan kegiatan reguler pada setiap hari Jumat alias seminggu sekali.

“Semoga kami para pegiat kesenian dan kebudayaaan tradisional jawa tetap eksis dan tetap disukai oleh masyarakat di Jawa Tengah dan disini khususnya di wilayah Kabupaten Pemalang,” harapnya.

Baginya mempertahan dan melestariskan kebudayaan tari wayang sintren sebagai bentuk dan kiprah dalam rangka menjunjung tinggi kesenian tradisional jawa yang Adi Luhung. (sus)

Bacaan Lainnya

DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan 9 Raperda, Delapan Diajukan ke Gubernur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Merasa Dipermalukan di Media Sosial, Anggota Arisan Sumenep Akan Tempuh Jalur Hukum

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Seorang perempuan berinisial T...

Dedikasi untuk Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP H. Ali Zainal Abidin Terima Indonesia Excellence Choice Award 2026

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kiprah di bidang sosial...

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan 757 Anak Yatim

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

Bang Ali Kembali Gelar Aksi BBM Gratis, Sasar Warga Pamekasan hingga Sampang

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Gerakan sosial yang dilakukan...

AZ Syahra Nastiti Ramadhani, Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Ukir Prestasi dari Nasional hingga Internasional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Medali demi medali tidak...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *