PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Bappeda Sumenep Optimalkan Pengendalian Inflasi Lewat Kebijakan Berbasis Data

Pada
Kepada Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto (tengah)
Kepada Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto (tengah)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mengintensifkan langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan efektivitas pembangunan di daerah.

Dalam upaya tersebut, dengan menjadikan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pijakan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis. Pendekatan berbasis data dinilai mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran karena mencerminkan kondisi nyata di tengah masyarakat.

IMG-20260926-WA0006

Berbagai indikator yang diterbitkan BPS, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga kondisi sosial masyarakat, menjadi referensi penting dalam proses penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa setiap perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan data yang valid dan terukur, bukan sekadar asumsi. Menurutnya, data statistik memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan sekaligus menetapkan program prioritas pemerintah.

“Data inflasi menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan begitu, intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” terang Arif Firmanto.

Arif Firmanto menjelaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah pusat, pelaku usaha, hingga masyarakat terus diperkuat agar setiap langkah pengendalian dapat berjalan secara efektif.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi bahan pokok. Langkah tersebut dinilai penting karena gangguan distribusi dan terbatasnya pasokan sering kali menjadi penyebab utama kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Pemkab terus membangun sinergi dengan seluruh pihak agar pengendalian inflasi dapat dilakukan secara optimal,” jelas Kepada Bappeda Kabupaten Sumenep.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto menuturkan bahwa kebijakan pembangunan harus mampu mengantisipasi dinamika ekonomi, termasuk potensi tekanan inflasi. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat melalui kebijakan yang terencana dan berbasis data.

“Kami akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tegas Kepada Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto.

Bacaan Lainnya

Konfercab Surabaya Ricuh, Kader PMII Unesa Diduga Pukul Kader PMII Unair

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab)...

KSOP Kalianget Perkuat Edukasi Kepelabuhanan bagi Nelayan di Tanjung Saronggi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Jumat Berkah BASHRA BIP, Bang Ali: Keindahan Hidup Saat Melihat Orang Lain Tersenyum

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Semangat berbagi kembali ditunjukkan...

KIP-K Terkendala Data Desil, Rektor Unitomo Beri Beasiswa Afirmasi

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Kendala akses pendidikan tinggi...

KSOP Kalianget Edukasi Santri tentang Pentingnya Keselamatan Pelayaran

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Ratusan Pekerja CV Ayunda Permata Sejahtera Terima BLT DBHCHT, H. Bambang Budianto: Ini Bentuk Perhatian

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Ratusan pekerja CV Ayunda...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *