SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abdul Wasid, mengharapkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kota Keris dapat mendorong guru menjadi agen moderasi beragama.
Harapan orang nomor wahid di lingkungan Kantor Kementerian Agama di ujung timur pulau Garam Madura ini disampaikan saat Bimtek IKM di Yayasan Sumber Mas Kecamatan Ganding, kemarin, Senin (4/3).
Di mana Bimtek IKM di Sumenep ini diikuti oleh 70 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 70 guru Raudhatul Atfal (RA). Selain materi IKM, para peserta juga mendapatkan materi moderasi beragama dari Kakankemenag Sumenep.
Bagi Abdul Wasid, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus menjadi agen moderasi beragama di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Dan moderasi beragama merupakan kunci untuk menciptakan toleransi dan kerukunan antar umat beragama,” terang Abdul Wasid.
Hal ini kata Kakankemenag Kabupaten Sumenep penting dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern yang penuh dengan perbedaan.
“Moderasi beragama bukan berarti menyamakan semua agama, tetapi bagaimana kita bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan,” papar Abdul Wasid.
Kakankemenag Kabupaten Sumenep Abdul Wasid berharap melalui bimtek yang diselenggarakan itu, para guru dapat meningkatkan kompetensinya dalam menerapkan IKM dan menjadi agen moderasi beragama di lingkungannya.

Tidak ada Respon