SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan langkah preventif untuk mengantisipasi merebaknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Merebaknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang disebabkan oleh lalat nyamuk dan capkak mengakibatkan kematian terhadap ternak apabila tidak di tangani secara serius.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) langsung melakukan langkah preventif dengan menerjunkan petugas kesehatan hewan.
“Petugas kesehatan hewan sebanyak 30 personel yang terdiri dari 4 medis dan paramedis yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Sumenep,” terang Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid ditemui diruang kerjanya, Jumat (15/3).
Para petugas kesehatan hewan dikatakan Kepala DKPP Sumenep telah melakukan sosialisasi dan penyuntikan vaksin kepada ternak, baik yang terkena virus maupun yang belum.
“Pemberian vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap ternak,” jelas Kadis Inung sapaan akrabnya.
Kepala DKPP Sumenep mengajak masyarakat peternak harus menjaga lingkungan kandang ternak yang bersih. Dan saat ini tren penyakit tersebut mulai landai terhadap sebaran virus LSD.
“Vaksin untuk memperkuat imunitas akan tetapi pemilik ternak harus menjaga asupan makanan dan jaga lingkungan,” jelasnya.
Kepala DKPP Sumenep juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada gejala segera melaporkan kepada petugas sehingga segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.
“Vaksinasi merupakan langkah untuk membentengi terhadap virus yang ada saat ini,” pungkas Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.


