SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Keris yang familiar dijuluki SMANSA yang kini dipimpin Kepala Sekolah Drs. Rafiudin, M.Pd, aktif membentuk karakter kepribadian siswa-siswinya sebagai pelajar unggul berintegritas.
Seperti yang dilakukan kemarin Sabtu (27/4/2024) di sekolah setempat, dalam rangka membangun kepribadian pelajar unggul berintegritas sebagai langkah menuju masa depan cerah, SMAN 1 Sumenep menggelar lokakarya anti-kolaboratif bekerjasama dengan Medco Energi.

Lokakarya anti korupsi dengan diikuti oleh sebanyak 65 siswa-siswi dan 25 guru SMAN 1 Sumenep.
Senior Manajer Reletion dan Scurity Ofsoraset Ary Dwipana menyatakan bahwa melalui lokakarya anti korupsi itu, agar siswa/anak muda bisa sejak dini mencegah tindakan korupsi.
“Sehingga melalui para guru juga bisa memberikan pembelajaran pada peserta didik terkait bahaya korupsi,” terangnya.
Menurutnya, pada kesempatan ini juga diberikan materi terkait pencegahan dan bahaya korupsi serta kaitannya terhadap kebijakan keberlanjutan perusahaan.
“Lalu disampaikan juga presentasi terkait gambaran umum perubahan iklim dan juga etika bersosial media dalam bentuk dialog interaktif yang disampaikan oleh pemateri dari Medco Energi,” paparnya.
Kepala SMAN 1 Sumenep Drs. Rafiudin, M.Pd, menyampaikan rasa terimakasih atas diselenggarakan acara ini sebab lokakarya anti korupsi sangat bermanfaat agar sejak dini bahaya korupsi bisa dicegah dan dihindari.
“Semoga ke depan, bisa ada program pendidikan yang bisa disinergikan dengan SMAN 1 Sumenep,” terang Rafiudin.
Apalagi SMAN 1 Sumenep menyelenggarakan kelas unggulan yang terdiri dari Kelas Tahfidz, Kelas OSN, dan Rilis. Yang tidak kalah keren juga yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang cukup banyak dan variatif.
“Sehingga diharapkan kerjasama dengan industri bisa menopang prestasi siswa maka SMAN 1 Sumenep menjadi lebih meningkat lagi,” jelas Rafiudin.
Kepala SMAN 1 Sumenep Rafiudin juga menginginkan, ada bimbingan belajar untuk siswa yang disponsori oleh pihak ketiga yang peduli terhadap pendidikan.

Tidak ada Respon