PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Rumah Seorang Warga di Desa Murtajih Pamekasan Nyaris Roboh, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Rehab

Pada
A-AA+A++

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Rumah warga di Dusun Soloh, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang ditempati oleh pasangan suami istri dan kedua anaknya kondisinya memprihatinkan. Kini kondisi rumahnya sudah tidak layak ditempati bahkan nyaris roboh.

Kendati demikian, rumah tempat tinggal yang seperti gubuk yang menjadi tempat bertahan hidup Ummi Kalsum (45 tahun) bersama sang suami dan kedua anaknya meskipun kondisinya memprihatinkan hingga kini luput dari kepedulian pemerintah, baik dari pemerintah desa, kabupaten hingga diatasnya.

Saat ini, bangunan rumah yang ada di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan ini sangat nampak jelas sudah tak layak huni.

Sang penghuni rumah kini pun dilanda rasa ketakutan sebab gubuk yang menjadi tempat tinggalnya akan roboh akibat lapuk dimakan usia tetap ditempati karena menjadi satu satunya rumah yang dimilikinya.

Ummi Kalsum yang kesehariannya kesehariannya hanya bekerja sebagai ART (pembangunan) hanya bisa menangis karena tidak memiliki kemampuan untuk membenahi gubuknya tempat tinggalnya bersama suami kedua anaknya yang nyaris roboh.

Ia mengaku, dirinya tidak berdaya untuk membenahi atap rumahnya sekalipun genteng rumahnya yang bolong.

Gubuk yang menjadi tempat tinggalnya dengan ukuran 6 kali 3 yang sangat tidak layak untuk di tempati, ironisnya tidak hanya seluruh bangunan yang sudah lapuk, genteng rumahnya pun bolong dan kayu pada bangunan itu sudah pada patah semua.

Ibu dua anak ini pun tidurnya diatas lantai tanah yang beralaskan kasur yang sudah keras hampir seperti batu. Dan didalam gubuk rumahnya tidak ada barang barang berharga satupun yang terlihat didalamnya, hanya lemari pakaian yang sudah usang juga perabotan dapurnya.

Selain itu, salah satu putrinya yang berumur 7 tahun mengalami kelumpuhan semenjak berusia 3 tahun.

Sedangkan rumahnya dikatakan, sudah satu tahunan yang rusak. Sementara suami hanya bekerja sebagai pencari rongsokan yang penghasilannya hanya Rp 50 ribu dalam seminggu.

“Saya hanya bisa menangis dan berdoa, agar saya dapat bantuan dan bisa merenovasi gubuk saya ini, saya sangat sedih ketika melihat anak-anak yang tidak bisa tinggal di rumah yang layak,” ujar Ummi.

Sementara itu menurut Kepala Dusun (Kasun) Badrul Qomarul mengatakan bahwa, pihaknya masih belum mengajukan permintaan bantuan untuk renovasi rumah Ummi, karena baru hari ini dirinya menerima laporan itu.

Menurut Qomarul, Ummi saat ini sudah masuk sebagai penerima manfaat dari Pemerintah, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten, supaya Ummi ini segera mendapatkan bantuan renovasi Rumah, melihat keadaan rumah yang benar-benar rusak parah, hanya menunggu robohnya saja, mohon agar pihak Pemerintah bisa memprioritaskan,” harap Qomarul. (fid)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep Tegaskan Peran Strategis TACB dalam Pelestarian Budaya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan...

Kecamatan Masalembu Berhasil Luncurkan Inovasi “Si Kapal Data Paten”, Permudah Akses Administrasi Masyarakat Orang Pulau

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kecamatan Masalembu, Kabupaten...

Satu Langkah Menuju Terang, Anggota DPRD Sumenep Ahmad Juhairi Terus Kawal Listrik di Pulau Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Harapan masyarakat Pulau Masalembu...

May Day 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi Dorong Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Buruh Internasional...

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Evaluasi LKPJ 2025, Pansus DPRD Sumenep Tekankan Pemerataan Pembangunan Diperkuat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD...

IMG-20260320-WA0006