PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0019
IMG-20260508-WA0009

Disdik Sumenep Sukses Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional Lewat Festival Tan Pangantanan Siswa TK-SD

Pada
Disdik Sumenep Sukses Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional Lewat Festival Tan Pangantanan Siswa TK-SD
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongso benar-benar menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi saat ini.

Salah satu buktinya seperti yang digagas dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang saat ini dinahkodai Kepala Dinas Agus Dwi Saputra.

Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo untuk terus melestarikan seni dan tradisional yang ada ditengah kemajuan teknologi saat ini dengan menggelar festival tan pangantanan yang melibatkan peserta didik di lingkungan sekolah TK dan SD setempat.

Disdik Sumenep Sukses Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional Lewat Festival Tan Pangantanan Siswa TK-SD

Puluhan peserta dari siswa TK dan SD se-Kabupaten Sumenep pun ikut memeriahkan festival tan pangantanan pada Sabtu, 25 Mei 2024. Yang diikuti peserta keseluruhan sebanyak 43 regu, dengan rincian lembaga pendidikan TK sebanyak 25 regu dan SD sebanyak 18 regu.

Festival yang diselenggarakan ini bukan sekedar permainan yang menghibur, tetapi didalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang memuliakan hidup bersama seperti keindahan, kerukunan, tata krama dan keimanan.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengaku di era digital saat ini, transformasi budaya terjadi begitu deras dan cepat, sehingga untuk membangun karakter anak hendaknya mengisi dengan kegiatan seni dan budaya lokal.

“Melalui festival tan pangantanan tidak seperti permainan lainnya, karena bukan hanya permainan yang menghibur, tetapi mengandung nilai kerukunan, nilai pendidikan, nilai sosial dan nilai kebudayaan,” kata Wakil Bupati Sumenep di sela-sela melepas peserta festival tan pangantanan di depan Rumah Dinas Bupati, Sabtu (25/5).

Disdik Sumenep Sukses Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional Lewat Festival Tan Pangantanan Siswa TK-SD
Disdik Sumenep Sukses Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional Lewat Festival Tan Pangantanan Siswa TK-SD

Menurut Wakil Bupati Sumenep, tan pangantanan dengan diiringi lagu pengiring dhe’ nondhe’ ni’ nong memiliki makna historis dan nilai filosofis, karena di syair lagu itu merupakan sebuah ungkapan simbolis yang berasal dari kata dhu’nondhu’ (merunduk).

“Secara harfiah merunduk untuk mengajarkan anak supaya memiliki pribadi yang rendah hati dan menghormati orang lebih tua, sehingga jika tidak memiliki tatakrama ini, tersisih dari masyarakat (mon ta’ nondhe’ jaga jaggur),” tutur Dewi Khalifah.

Wabup Sumenep ini mengharapkan, seluruh elemen masyarakat mencintai seni dan budaya serta adat istiadat warisan leluhur, bahkan menumbuhkembangkan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya.

“Pemerintah daerah dan masyarakat perlu menghidupkan beragam kegiatan bernuansa seni budaya lokal supaya generasi muda mencintainya, sehingga ditengah kemajuan teknologi saat ini, eksistensi warisan leluhur tetap terjaga, terawat dan lestari di Kabupaten Sumenep,” harap Wabup Dewi Khalifah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menyampaikan, festival tan pangantanan yang melibatkan peserta didik TK dan SD yang diinisiasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya merupakan implementasi dari komitmen pemerintah daerah dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam upaya melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi saat ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kata Kepala Dinas Agus Dwi Saputra ke depan berkomitmen untuk terus melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi di era saat ini.

“Kami berkomitmen untuk melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi, salah satunya melalui festival ini, yang melibatkan masyarakat untuk mewariskan kepada anak-anak,” terang Kadisdik Agus yang familiar disapa. (ily)

IMG-20260312-WA0047

Bacaan Lainnya

Dapat Dukungan Penuh Ketua Komite, SDN Barkot 3 Hadirkan Semangat Hardiknas Lewat Ajang Kreativitas Anak Usia Dini

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional...

Momentum Hardiknas 2026, SMAN 1 Ambunten Sumenep Luncurkan Inovasi Sekolah Bebas Sampah Plastik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMA Negeri 1 Ambunten,...

Peringatan Hari Jadi ke-44 SMP Negeri 1 Bodeh Berlangsung Meriah

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Suasana ceria menyelimuti wilayah...

BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi ICP UNIBA Madura sebagai Model Bisnis Mahasiswa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Program Innovative Collaborative Project...

Dialog Keummatan LDK Unija Ajak Mahasiswa Jadi Penyejuk di Tengah Perbedaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

Bupati Sumenep Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SMP 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *