SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat setempat menilai keberanian Kecamatan Masalembu mengangkangi program Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pada Festival Desa Wisata Sumenep 2024 dampak dari Camat Masalembu Achmad Auzai Rahman yang jarang ngantor di kecamatan setempat.
“Mungkin bapak Camat masih bingung untuk menampilkan apa. Di samping Camat juga jarang di Masalembu sehingga kurang mengetahui potensi yang ada,” kata seorang tokoh muda putra Kepulauan Masalembu memberikan komentarnya di WhatsApp Grub Masalembu yang diterima Jurnalis Indonesia, Sabtu (29/6/2024).

Terkait kebobrokan Camat Masalembu yang jarang masuk kantor di Kecamatan Masalembu yang kompak bersama anak buahnya, ia meminta kepada Bupati Sumenep agar bisa jalan-jalan ke Pulau Masalembu.
Masyarakat putra Masalembu lainnya, Aminullah, meminta kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo agar mengevaluasi Camat Masalembu Achmad Auzai Rahman.
Mengingat jarang ngantornya Camat Masalembu yang kompak bersama anak buahnya mulai dari Sekcam dan pejabat dibawahnya bukan rahasia umum lagi. Agar Bismillah Melayani yang telah digagas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tidak tercoreng oleh pejabat nakal.
“Harus dievaluasi dan diberikan sanksi pejabat yang seperti itu, supaya tidak mencoreng kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep khususnya Bupati,” harap dia.
Bahkan salah satu tokoh masyarakat di Sumenep membeberkan kalau sering melihat keberadaan Camat Masalembu Achmad Auzai ada di daratan Kota Sumenep.
“Kalau mau ketemu dengan Camat Masalembu (Achmad Auzai Rahman) bisa langsung ke Lapangan Gor Bulutangkis, karena setiap Sabtu selalu main Bulutangkis,” bebernya kepada Jurnalis Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Kecamatan Masalembu yang dipimpin Camat Achmad Auzai Rahman kembali bikin ulah. Kali ini kecamatan yang berada di kepulauan ini terkesan mempermainkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mendukung festival Desa Wisata Sumenep 2024.
Bagaimana tidak, stand Kecamatan Masalembu pada festival Desa Wisata Sumenep 2024 hanya berdiri stand namun tidak berpenghuni bahkan tidak ada potensi desa yang ditampilkan.
Seperti pantauan Jurnalis Indonesia, pada Jumat (28/6/2024) malam di lokasi stand festival Desa Wisata Sumenep 2024 di sepanjang Jalan Dr. Soetomo Kelurahan Pajagalan, keberadaan stand milik Kecamatan Masalembu tampak kosong melompong tidak berpenghuni dan suram lantaran tidak ada penerangan lampu sekaligus tidak ada potensi desa yang ditampilkan.
Sementara pada stand kecamatan lainnya nampak antusias. Stand-standnya ditampilkan menarik, dijaga dan banyak menampilkan potensi desa-desa di wilayahnya.
Padahal, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyelenggarakan festival Desa Wisata ini untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi desa wisata unggulan di setiap kecamatan di Sumenep sehingga masyarakat mengenal destinasi wisata yang berada di desa-desa di Kabupaten Sumenep.
Namun program dari Pemerintah Kabupaten Sumenep yang merupakan bagian dari serangkaian event Sumenep 2024 seakan dicoreng oleh Kecamatan Masalembu dibawah kepemimpinan Camat Auzai Rahman.
Sementara Camat Masalembu Auzai Rahman hingga kini tidak dapat dimintai keterangan. Dikonfirmasi via selulernya tidak aktif. (ily)


