PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Butuh Solusi Pemerintah, Ibu Hamil Asal Masalembu Kembali Meninggal Bersama Janinnya Diatas Kapal saat Dirujuk ke Kota Sumenep

Pada
Butuh Solusi Pemerintah, Ibu Hamil Asal Masalembu Kembali Meninggal Bersama Janinnya Diatas Kapal saat Dirujuk ke Kota Sumenep
Butuh Solusi Pemerintah, Ibu Hamil Asal Masalembu Kembali Meninggal Bersama Janinnya Diatas Kapal saat Dirujuk ke Kota Sumenep
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Potret Kepulauan/Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang hingga kini minim infrastruktur kesehatan terus menghantui masyarakat wilayah setempat. Khususnya bagi ibu hamil yang diharuskan dirujuk ke daratan Kota Sumenep.

STS (insial), seorang warga asal Kepulauan Masalembu kini kembali menjadi korban minimnya fasilitas kesehatan di wilayah setempat. Perempuan muda yang baru menikah sekitar sebelas bulan itu harus menelan kenyataan pahit.

IMG-20260926-WA0006

Ibu hamil warga Kepulauan Masalembu itu meninggal bersama janinnya diatas Kapal KM. Sabu Nusantara 92 saat perjalanan ke daratan Kota Sumenep untuk dirujuk melahirkan, Kamis (6/2/2025).

“Ibu hamil penumpang kapal KM. Sabuk Nusantara 92 itu pasien rujukan dari Puskesmas Masalembu yang hendak melahirkan ke daratan Sumenep dan meninggal dunia diatas kapal,” terang seorang warga asal Kepulauan Masalembu kepada Jurnalis Indonesia, Kamis (6/2/2025) malam.

Menurut dia, kejadian serupa bukan kali ini saja. Melainkan sering terjadi dialami oleh warga Kepulauan Masalembu. Hanya saja sampai detik ini belum ada solusi konkret dari pemerintah menangani masalah itu meskipun nyawa taruhannya.

Untuk itu, warga Kepulauan Masalembu yang terdiri dari empat desa itu mengharapkan kehadiran pemerintah untuk menangani persoalan yang bertahun-tahun itu.

Di Kepulauan Masalembu hanya ada satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Masalembu. Ibu hamil yang hendak melahirkan seringkali harus dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di daratan Sumenep.

Untuk sampai ke daratan Kota Sumenep, warga Kepulauan Masalembu hanya mengandalkan transportasi laut milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pelayaran angkutan penumpang dan barang dengan memakan waktu hingga 15 jam dari pelabuhan Masalembu ke Kalianget.

Bahkan, jadwal berlayarnya pun tidak setiap hari. Sehingga jika terdapat ibu hamil dan lainnya yang memerlukan penanganan segera dan harus dirujuk ke daratan Kota Sumenep, warga Masalembu harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk sewa perahu. Di tambah jika sampai ke daratan Kota Sumenep warga Masalembu juga harus sewa tempat tinggal. (ily)

Bacaan Lainnya

KSOP Kalianget Edukasi Santri tentang Pentingnya Keselamatan Pelayaran

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Berteknologi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nilai persatuan dan semangat...

Bupati Sumenep Cak Fauzi Dukung Rangkaian Hari Santri 2026, Dorong Semangat Santri Terus Diwariskan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rangkaian peringatan Hari Santri...

Camat Pragaan Ajak Jadikan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai Momentum Memperkuat Persatuan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila...

Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Bupati Sumenep Cak Fauzi Resmikan Turnamen Mini Soccer U-13

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

PPID Sumenep Gandeng SLB Negeri Saronggi untuk Perkuat Akses Informasi Disabilitas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Komunikasi dan Informatika...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *