SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ajang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 memasuki tahap persiapan akhir setelah pendaftaran peserta resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) malam.
Puluhan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia dipastikan akan ambil bagian dalam gelaran yang akan menyuguhkan beragam kreasi busana tersebut. Mereka nantinya akan membawa karya terbaik untuk ditampilkan di hadapan masyarakat Sumenep.
Pasca-penutupan pendaftaran, panitia mulai memfokuskan persiapan pada aspek teknis pelaksanaan. Salah satu agenda terdekat adalah Technical Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sore.
MEC 2026 sendiri akan digelar pada Sabtu (19/9/2026) dengan rute di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Panggung utama akan ditempatkan di kawasan depan Labang Mesem Keraton Sumenep.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema “Keraton Sumenep”. Tema tersebut menjadi pijakan utama bagi peserta dalam mengembangkan konsep dan desain busana yang akan mereka tampilkan.
Peserta ditantang menggali serta menerjemahkan kekayaan sejarah, seni, dan budaya Sumenep, terutama berbagai hal yang memiliki keterkaitan dengan Keraton Sumenep, ke dalam karya busana yang kreatif dan inovatif.
Ketua Pelaksana MEC 2026, Syamsuri, menjelaskan bahwa peserta kompetisi tetap terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar.
“Selain peserta kompetisi, MEC juga menghadirkan peserta grand show yang akan tampil sebagai bagian dari rangkaian acara,” terang Syamsuri ditemui di sekretariat panitia, Jumat (11/9/2026).
Untuk kategori umum, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta bagi juara pertama, Rp7 juta untuk juara kedua, dan Rp4 juta bagi juara ketiga.
Sementara itu, juara harapan I, II, dan III masing-masing akan memperoleh hadiah Rp2 juta. Para pemenang kategori umum juga berhak mendapatkan trofi dan piagam penghargaan.
Adapun kategori pelajar menyediakan hadiah Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta bagi juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga. Sedangkan juara harapan I, II, dan III masing-masing memperoleh Rp500.000, disertai trofi dan piagam.
Syamsuri menegaskan, seluruh persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan MEC 2026 dapat berjalan maksimal.
“Kami terus mematangkan seluruh persiapan. Harapannya, MEC tahun ini bukan hanya menjadi tontonan yang meriah, tetapi juga mampu memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta untuk menunjukkan karya dan kreativitas mereka,” jelasnya.
Madura Ethnic Carnival merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (MEC) dan diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon