SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen terhadap penghematan energi di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Kali ini, dukungan konkret ditunjukkan oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dengan memilih bersepeda saat berangkat ke kantor sebagai bentuk penerapan kebijakan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Langkah tersebut tidak sekadar simbolis, melainkan mencerminkan kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan energi sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan yang tengah digalakkan pemerintah daerah.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep, H. Hosnan Abrori menyampaikan bahwa kebiasaan bersepeda ke kantor merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah daerah sekaligus memberi teladan bagi masyarakat.
“Ini bukan semata soal penghematan BBM, tetapi juga upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan serta menerapkan gaya hidup sehat,” terangnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut akan berjalan optimal apabila seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, turut berperan aktif.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menerapkan kebijakan penghematan energi melalui pemanfaatan transportasi non-BBM, seperti sepeda, berjalan kaki, maupun kendaraan ramah lingkungan lainnya. Kebijakan ini bertujuan menekan konsumsi energi sekaligus membangun budaya hidup hemat dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, Fraksi PDIP DPRD Sumenep mengambil peran dengan memberikan contoh langsung kepada masyarakat dan aparatur sipil negara.
Melalui aktivitas bersepeda ke kantor, para anggota dewan ingin menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya sebatas imbauan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Selain berkontribusi pada penghematan BBM, kegiatan ini juga dinilai berdampak positif terhadap kesehatan serta membantu mengurangi tingkat polusi udara, khususnya di kawasan perkotaan.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang mendorong aparatur untuk beralih ke moda transportasi non-BBM, terutama bagi yang memiliki jarak tempuh dekat menuju tempat kerja.
Hosnan berharap, gerakan tersebut dapat menjadi kebiasaan baru yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Perubahan besar berawal dari langkah kecil. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan signifikan bagi lingkungan dan masa depan kita,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, DPRD bersama pemerintah daerah optimistis upaya ini akan membawa dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


