PASANG IKLANMU DISINI

Pansus I DPRD Sumenep Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah Bersama Akademisi UTM

Pada
Pansus I DPRD Sumenep Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah Bersama Akademisi UTM
Pansus I DPRD Sumenep Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah Bersama Akademisi UTM
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengikuti pemaparan dari akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumenep pada Jumat (8/5/2026). Agenda itu menjadi bagian dari upaya penyempurnaan regulasi mengenai tata kelola aset milik pemerintah daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran.

IMG-20260617-WA0002

Ketua Pansus I DPRD Sumenep, Mirza Khomaini Hamid, hadir bersama sejumlah anggota pansus lainnya. Turut hadir pula perwakilan dari BKAD serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

Dalam pemaparannya, tim akademisi UTM memberikan berbagai masukan terkait sistem pengelolaan barang milik daerah, mulai dari proses inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga mekanisme penghapusan aset.

Sementara Ketua Pansus I DPRD Sumenep, Mirza Khomaini Hamid, menegaskan bahwa Raperda tersebut harus mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mempermudah prosedur pengelolaan aset, terutama terhadap barang milik daerah yang sudah tidak produktif atau tidak memiliki nilai manfaat.

Menurutnya, aset yang tidak lagi digunakan namun masih tercatat dalam daftar inventaris dapat menjadi beban bagi pemerintah daerah karena tetap memerlukan biaya pemeliharaan.

“Hal tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah,” terang Ketua Pansus I DPRD Sumenep, Mirza Khomaini Hamid.

Selain membahas penghapusan aset, Pansus I DPRD Kabupaten Sumenep juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap aset cagar budaya milik daerah melalui aturan yang jelas dalam Raperda tersebut.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan aset bersejarah tetap terjaga dan tidak berpindah tangan tanpa mekanisme yang sesuai ketentuan.

Pansus I DPRD Kabupaten Sumenep juga menekankan pentingnya inventarisasi aset secara akurat, tertib, dan transparan sebagai dasar pengelolaan kekayaan daerah yang berkelanjutan.

Melalui pembahasan itu, DPRD Kabupaten Sumenep berharap Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dapat menjadi landasan hukum yang efektif guna meningkatkan tata kelola aset daerah sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah.

Bacaan Lainnya

MCF 2026 Jadi Etalase Produk Lokal, Wabup Sumenep Minta UMKM Terus Berinovasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong...

Wabup Sumenep Kunjungi Stan Kecamatan Masalembu di MCF 2026 yang Tampilkan Ragam Kuliner Tradisional Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kekayaan kuliner masyarakat kepulauan...

Wabup Sumenep Tinjau Stan Bappeda di MCF 2026, Apresiasi Konsep Kreatif dan Informatif

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Wakil Bupati Sumenep KH....

Melalui MCF 2026, Pemkab Sumenep Berhasil Tampilkan Kekayaan Budaya 12 Daerah Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Culture Festival (MCF)...

Dekat dengan Masyarakat, Satlantas Polresta Sumenep Hadirkan Layanan Ini di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Gelaran Madura Culture Festival...

Indeks Desa Sumenep Naik Signifikan, Ratusan Desa Berstatus Maju dan Mandiri

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *