SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keluarga besar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula kantor Bapenda, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Bapenda Sumenep sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Peringatan Maulid Nabi dihadiri Kepala Bapenda Sumenep Ferdyansyah Tetrajaya, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Sumenep. Turut hadir Sekretaris Bapenda, para kepala bidang dan kepala subbidang, ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta jajaran DWP.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapenda Sumenep Ferdyansyah Tetrajaya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga selawat yang kita bacakan membawa semangat baru bagi seluruh jajaran untuk terus mengabdi dan menjalankan tugas Bapenda sebagai salah satu pilar penopang Kabupaten Sumenep,” ujar Ferdyansyah.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan tugas di lingkungan Bapenda membutuhkan kesungguhan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dari seluruh jajaran.
Karena itu, nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melaksanakan pekerjaan dan memberikan pelayanan publik.
Ferdyansyah juga menilai tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana bagi aparatur untuk melakukan introspeksi. Hikmah yang disampaikan diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalitas sekaligus kualitas pengabdian ASN.
“Mari kita mengambil hikmah dari tausiyah ini untuk meningkatkan kualitas ASN Bapenda Sumenep, sehingga pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.
Sementara itu, tausiyah Maulid Nabi disampaikan KH. R. Taufiqurrahman Syakur. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk lebih mengenali diri dan melakukan introspeksi terhadap berbagai sifat buruk yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa.
Menurutnya, penyakit hati kerap tidak terlihat secara kasatmata. Namun, apabila tidak dikendalikan, sifat tersebut dapat memengaruhi perilaku dan mendorong seseorang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai agama.
“Kita perlu mengidentifikasi diri. Kenali sifat yang ada dalam diri kita karena penyakit hati sering tidak terlihat, tetapi dapat menjadi sumber munculnya berbagai dosa,” tuturnya.
KH. R. Taufiqurrahman Syakur kemudian menjelaskan sejumlah sifat buruk yang perlu diwaspadai, salah satunya as-sifatul uluhiyah, yakni kecenderungan manusia merasa memiliki sifat yang menjadi kekhususan Allah SWT.
Ia mengingatkan agar manusia menjauhi kesombongan, merasa paling tinggi, maupun keinginan berlebihan untuk mendapatkan pujian dari orang lain.
Selain itu, ia menjelaskan as-sifatusy syaithaniyah, yaitu sifat yang berkaitan dengan perilaku setan. Salah satu bentuknya adalah hasad atau iri hati terhadap kebahagiaan dan keberhasilan orang lain.
“Hasad membuat seseorang susah melihat orang lain senang. Karena itu, hati harus dibersihkan agar kita tidak terjebak pada sifat yang menyeret manusia kepada dosa,” katanya.
Ia juga menerangkan as-sifatul bahimiyah, yakni kecenderungan manusia mengikuti dorongan nafsu dan syahwat secara berlebihan. Menurutnya, manusia telah dianugerahi akal yang semestinya digunakan untuk mengendalikan berbagai keinginan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi yang baik. Nafsu yang tidak terarah dapat membuat seseorang menjauh dari nilai-nilai agama dan akhlak.
Di akhir tausiyah, KH. R. Taufiqurrahman Syakur mengajak keluarga besar Bapenda Sumenep menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi jangan hanya menjadi acara yang kita ikuti, tetapi harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, dan meneladani akhlak Rasulullah,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan silaturahmi keluarga besar Bapenda Sumenep, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Tidak ada Respon