PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Dibangun dengan Anggaran Rp2,8 Miliar, Lampu Hias Jembatan Gunung Tabur Kini Padam

Pada
Dibangun dengan Anggaran Rp2,8 Miliar, Lampu Hias Jembatan Gunung Tabur Kini Padam. (foto fnd/Jurnalis Indonesia)
Dibangun dengan Anggaran Rp2,8 Miliar, Lampu Hias Jembatan Gunung Tabur Kini Padam. (foto fnd/Jurnalis Indonesia)
A-AA+A++

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi lampu hias tematik di Jembatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Lampu yang dibangun untuk memperindah kawasan tersebut dilaporkan tidak berfungsi secara optimal, mulai dari hanya menyala sesaat, berkedip, hingga padam pada malam hari. Minggu (25/10).

Lampu hias yang sebelumnya dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp2,8 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau itu kini dipertanyakan keberlanjutan pemanfaatannya. Warga menyayangkan kondisi tersebut karena fasilitas yang diharapkan menjadi daya tarik kawasan justru tidak dapat dinikmati secara maksimal.

IMG-20260926-WA0006

“Sering kali malam hari lampunya mati. Kadang menyala sebentar, lalu mati lagi. Sayang sekali, anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah, tetapi kondisinya seperti tidak terawat,” ungkap seorang warga yang mengaku melintasi jembatan tersebut setiap hari.

Berdasarkan pantauan awak media, lampu hias tersebut mengalami gangguan operasional. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pemeliharaan setelah proyek pembangunan selesai dilaksanakan.

Ketersediaan anggaran pemeliharaan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Tanpa perawatan berkala dan penanganan kerusakan secara cepat, fasilitas publik berisiko mengalami penurunan fungsi, meskipun pembangunannya telah menyerap anggaran yang cukup besar.

Persoalan penerangan jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah unit Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di kawasan tersebut dilaporkan mengalami gangguan. Kerusakan komponen, termasuk baterai, disebut membutuhkan waktu untuk penanganan di tengah keterbatasan anggaran pemeliharaan Dinas Perhubungan.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat berharap agar pemerintah daerah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas penerangan di kawasan Jembatan Gunung Tabur. Selain memastikan penyebab kerusakan, pemerintah juga diharapkan memberikan perhatian terhadap ketersediaan anggaran pemeliharaan agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Pengelolaan aset daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan. Pemeliharaan dan pengawasan juga diperlukan agar fasilitas yang menggunakan uang rakyat tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab gangguan lampu hias tersebut, termasuk informasi mengenai anggaran dan mekanisme pemeliharaannya.

Awak media Jurnalis Indonesia ruang klarifikasi dan hak jawab bagi instansi terkait guna memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi fasilitas tersebut. (fnd)

Bacaan Lainnya

Mutu Campuran Proyek Preservasi Jalan Rp27,65 Miliar di Berau Dipertanyakan, Pengawas Sebut Pipa PDAM Jadi Kendala

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pekerjaan pada proyek...

Awan Dania Dwi Putri Harumkan Nama Sumenep di Trunodjoyo National Championship III 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Beton Saluran Proyek Rp27,6 Miliar di Maluang Terlihat Rapuh saat Dibongkar

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Proyek Preservasi Jalan dan...

Diduga Serobot Ruang Jalan, Pembatas Parkir RSUD dr. Abdul Rivai Tuai Pertanyaan

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Pemasangan pembatas dan gerbang...

Harga Emas di Berau Menyentuh Rekor Baru, Naik Signifikan Akhir Pekan Ini

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Harga emas di Kabupaten Berau,...

Bupati Sumenep Peduli, Sembilan Nelayan Raas Dibantu Pulang dari Australia

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *