PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Gerak cepat dalam rangka penanggulangan darurat sampah di Kabupaten Pemalang, Bupati Pemalang Mansyur Hidayat mengundang investor PT. Sinar Borneo Cemerlang untuk mempresentasikan penangan sampah dengan tekhnologi ramah lingkungan di wilayahnya, Senin (23/10/2023).
Bupati Mansyur Hidayat didampingi oleh dinas terkait yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta Staff dan Kepala Dinas Pendapatan Aset Daerah dan Staff melakukan pertemuan untuk mendengarkan presentasi Investor PT. Sinar Borneo Cemerlang dipimpin oleh Halim selaku Direktur dan timnya, serta Pemerhati Lingkungan Paguyuban Wong’e Dewek (PWD) di ruangan Kantor Bupati kabupaten Pemalang.
Halim menuturkan, bahwa PT. Sinar Berneo Cemerlang menawarkan konsep tekhnologi untuk solusi penanganan sampah di Kabupaten Pemalang. “Tadi kita sepakat dan bupati sendiri mempunyai pikiran keinginan pengelolaan sampah itu dekat ke hulu sehingga tidak menimbulkan biaya angkut sampah, karena persoalan terbesar dalam pembiayaan angkutan sampah,” tutur Direktur PT. Sinar Berneo Cemerlang.
Menurutnya, tekhnologi penangan sampah yang ditawarkannya dengan pirolisis sampah tidak menimbulkan bau, sehingga dengan tekhnologi ini masyarakat akan merubah paradigma cara berpikir mengenai sampah. “Dan kami menawarkan tekhnologi yang sangat ramah lingkungan, sehingga masyarakat bisa bersahabat dengan sampah,” lanjutnya.
Kemudian penerapannya dilanjutkan, menyebutnya mall sampah sekala kecil dan penempatannya sangat sederhana dan bisa di miliki setiap desa, dan syistem kerjanya dengan pemanas pirolisis sehingga tidak ada sampah-sampah basah akan mengering dengan memusnahkan sampahnya 95% dan sisanya 5% jadi arang jika dibakar akan menjadi abu itupun bisa untuk pencampur pembuatan pupuk.
“Sementara tekhnogi mesinnya dari luar kita import masih agak mahal, tadipun bupati berharap ada solusi tentang bagaimana pembiayayaan untuk itu kami dari PT Sinar Borneo Cemerlang itu masih mengkaji dari hasil FS yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan kami akan pelajari seperti apa kondisi yang sudah di teliti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang tentang sampah ini dan kami akan bantu mencarikan solusi mesin yang lebih murah dan efisien dan terjangkau dari skema pembiayaannya,” paparnya.
Menurutnya juga, Bupati Mansyur Hidayat sepakat kalau sampah itu selesai dihulu, yaitu penanganannya bisa di rumah tangga, bisa juga di desa sehingga yang pertama untuk mengurangi biaya transportasi dari hulu ke hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA) itu biaya sangat besar dan untuk menghindari kecurangan-kecurangan.
“Seperti kecurangan dari bbm, kecurangan dari sperpartnya dan kecurangan dari sumber daya manusianya dan juga disitu ada pungutan liar sehingga saya sangat setuju dalam konsep penanganan sampah dari hulu dan ini sudah terjadi di Kabupaten Pemalang, biayanya mahal tapi tidak menyelesaikan masalah malah menjadi masalah tempat pembuangan akhir menjadi gundul,” pungkasnya. (sus/dar)

Tidak ada Respon