PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Wayang kulit yang merupakan kesenian budaya dari pulau Jawa yang sangat fenomenal ber abad-abad lamanya bahkan sampai sekarang serta sudah mendapatkan pengakuan dari negara lain selain negara Indonesia dan Wayang Kulit sudah diidentikan sebagai “java culture”.
Di wilayah Provinsi Jawa Tengah khususnya di Pemerintah Kabupaten Pemalang ada acara sakral yaitu Pagelaran Wayang Kulit yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pemalang di Jalan Jenderal Sudirman, (25/11) dalam rangka Peringatan Hari Wayang Nasional dan sekaligus rentetan acara pamungkas peringatan Hari Guru Nasional (HGN).
Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. “Juga mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan Hari Wayang Nasional kepada seluruh yang hadir khususnya kepada semua insan edukasi,” tuturnya.
Bupati Pemalang mengungkapkan, bahwa ternyata sampai sekarang pagelaran wayang kulit masih menjadi tontonan yang sangat disukai oleh masyarakat Pemalang. “Serta rasa bangga dikarenakan sudah muncul 2 dalang cilik yaitu mas Bima Sena dan mas Kresna Agung Binatara mereka putra-putra Pemalang,” lanjutnya.
Bupati Pemalang mengharapkan, semoga kesenian budaya jawa peninggalan nenek moyang khususnya di Kabupaten Pemalang tidak punah akan tetapi malah semakin banyak peminat. “Khususnya bagi kalangan anak-anak muda dan harapan saya. Marilah kita semua jaga dan lestarikan kesenian dan kebudayaan jawa,” harapnya. (sus)


