Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Anggota DPRD Sumenep Nilai Perolehan Dana 1,5 Persen dari PI KEI Minim Perlu Evaluasi

Pada
Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Gunaifi Syarif Arrodhy menilai perolehan dana 1,5 persen dari KEI terlalu rendah dan perlu evaluasi.

Sehingga kendati telah ada kepastian perolehan dana (Partisipasing Interest) dari PT Kangean Energi Indonesia (KEI) 1,5 persen tidak membuat bangga anggota legislator wakil rakyat itu.

IMG-20260617-WA0002

Pasalnya, perusahaan dengan wilayah ekploitasi Kepulauan Sapeken itu sudah cukup lama menggeruk gas serta sudah puluhan tahun beroperasi.

Menurutnya, sangat tidak wajar apabila hanya mendapatkan dana PI 1,5 persen, meski ditambah dengan insentif pemerintah 1 persen.

“Di satu sisi sudah ada kepastian perolehan dana PI dari KEI, tentu perlu diapresiasi. Namum, di sisi lain, perolehan PI itu sangatlah minim hanya 2,5 persen, itupun dengan insetif pemerintah yang masih diajukan,” sebut Gunaifi Syarif Arrodh, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep dilansir Jurnalis Indonesia, (1/3).

Gunaifi Syarif Arrodhy berpendapat bahwa, paling tidak perolehan PI mencapai hingga 10 persen hingga minimal memperoleh 5 persen meski zona lautnya masuk ke wilayah Jawa Timur.

Dikatakannya, bahwa dana 1,5 persen tersebut tidak semuanya masuk ke Sumenep Sebab, penerimanya adalah Jawa Timur dalam hal ini Petrogas Jatim Utama (PJU) salah BUMD pemprov. Sehingga, komposisi bagiannya pun tambah kecil.

“Jadi, pembagiannya makin kecil, Sumenep hanya dapat pembagian 49 persen dari perolehan PI itu, dan Pemprov 51 persen. Jadi, akhirnya dapatnya kecil,” ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta untuk di evaluasi kembali pemberian jatah PI tersebut. “Silahkan dievaluasi, bahkan kalau diperlukan untuk ditambah alokasinya. Supaya maksimal dalam menyokong pembangunan di daerah,” harapnya.

Terpisah, Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan mengaku pihaknya sudah berjuang. Namun hasilnya hanya mendapatkan 1,5 persen dan lewat insentif 1 persen.

“Perjuangan kita sudah maksimal. Maka kami dorong agar segera ada penyaluran biar tidak tertunda lagi,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Bupati Sumenep Apresiasi Sinergi Polri dalam Mendukung Pembangunan Daerah di HUT Bhayangkara ke-80

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Pemprov NTB Tertarik Pelajari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *