PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan tentang kelangkaan gas elpiji 3Kg dan harganya yang naik melebihi Rp23.000 pertabung pada sekitar 5 hari Raya Idul Fitri 1445 H dan sampai hari ke 7 Lebaran, Jumat (19/4/2023).
Serta ramainya para awak media yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang khususnya memberitakan akhirnya dari Bupati Pemalang, Pimpinan dan jajaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemalang melakukan inspeksi mendadak.
Sekaligus meninjau dan mengevaluasi langsung ketersediaan gas elpiji 3Kg di Desa Pamutih dan Desa yang masuk di wilayah Kecamatan Ulujami Pemalang Provinsi Jawa Tengah.
Ketika awak media mengkonfirmasi kepada Fera Joko Susanto, Kepala Diskoperindag Pemalang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang telah banyak menerima laporan terkait kelangkaan gas elpiji 3Kg dan harga yang melambung hingga mencapai Rp30.000 diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) dan melayani pembelian elpiji dengan syarat tertentu yang disampaikan oleh masyarakat.
“Dan kami tidak akan mentolerir agen-agen yang nakal, mereka merugikan masyarakat banyak dan mengganggu kelancaran distribusi elpiji,” tegasnya.
Ditegaskan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tindakan pelanggaran tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku jika terbukti adanya penimbunan yang disengaja.
“Maka tindakan hukum akan kita laksanakan sesuai undang-undang yang berlaku tentang tindakan penimbunan,” jelasnya. (sus)


