SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi kebanggaan masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, lantaran kebijakannya yang dinilai pro rakyat dan peduli nasib wong cilik.
Seperti yang dirasakan oleh puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep yang kini menempati areal taman jajanan masyarakat (Tajamara) yang berlokasi di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.
Semakin hari, kini eksistensi Tajamara selalu ramai dengan pengunjung, seperti yang terlihat pada Rabu (29/05/2024) malam.
Ratusan masyarakat yang datang bukan hanya untuk jalan-jalan dan selfie, namun berburu jajanan kuliner yang tersedia di area Tajamara Sumenep.
Bahkan saat ini, Tajamara effect betul-betul dirasakan oleh sebanyak 51 pelaku UMKM Kota Keris semenjak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo merelokasi puluhan PKL yang ada di jalan untuk berjualan di dalam areal Tajamara yang saat ini sedang HIT dijadikan sebagai tempat favorit berbulu kuliner.
Sebab, di Tajamara, segala macam jajanan dan minuman tersedia memanjakan selera.
Heri Santoso, Ketua Paguyuban UMKM Tajamara sekaligus owner ‘Teh Danar Ken’ mengaku bangga dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo lantaran telah merelokasi puluhan PKL berjualan di areal strategis.
“Semua ini berkat kebijakan pro rakyat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang betul-betul memperjuangkan nasib para PKL,” ungkap Heri Santoso kepada wartawan.
Heri yang tampak sibuk melayani pelanggan yang datang di gerai-nya lantas bersyukur omset yang ia dapatkan setiap harinya.
“Sebelum para PKL di relokasi ke Tajamara, kami semua kesusahan dan jualan kami sepi karena hanya jualan di pinggiran. Tapi, alhamdulillah, saat ini omset kami semakin naik drastis hingga 10 kali lipat,” terangnya.
Dikatakan, Tajamara effect benar-benar mendatangkan banyak berkah bagi puluhan PKL di Kabupaten Sumenep.
“Kebijakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo adalah berkah bagi para pelaku UMKM di Tajamara ini,” jelas Heri.
Sementara, Sri Wahyuni, salah satu pelaku UMKM bercerita lika-liku perjuangan hidup saat menjadi pelaku UMKM sebelum menempati areal Tajamara.
“Diawal-awal sangat miris sekali mas, bayangkan, kami bersama suami harus berjuang menghidupi tiga anak dengan omset yang pas-pasan saat berjualan di pinggiran,” ungkap Sri Wahyuni.
Namun kini, wanita berkerudung itu bersyukur karena perekonomiannya telah membaik semenjak berjualan di Tajamara atas kebijakan pro rakyat dan kepedulian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada nasib wong cilik.
“Yang jelas, para pelaku UMKM disini menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang telah memfasilitasi kami untuk berjualan disini,” ucapnya.


