PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260920-WA0013

Kadinkes Sumenep Butuh Dukungan Lintas Sektor dalam Memperkuat Capaian ORI Campak Rubela

Pada
Kadinkes Sumenep Butuh Dukung Lintas Sektor dalam Memperkuat Capaian ORI Campak Rubela
Kadinkes Sumenep Butuh Dukung Lintas Sektor dalam Memperkuat Capaian ORI Campak Rubela
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasyah, M.Kes, meminta dukungan dan peran aktif lintas sektor untuk memperkuat capaian Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela di seluruh kecamatan di ujung timur pulau Garam Madura.

Diketahui, hingga hari kedelapan pelaksanaan ORI Campak Rubela, Selasa (02/09/2025) pukul 16.00 WIB, progres cakupan imunisasi baru mencapai 36.404 anak atau 49,2 persen dari total sasaran 73.969 anak.

IMG-20260617-WA0002

Kendati menunjukkan peningkatan, Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah menyebut, capaian itu perlu dimaksimalkan dalam memutus penyebaran.

“Dalam upaya memutus penularan campak di Kabupaten Sumenep perlu keterlibatan semua elemen. Pemerintah kecamatan, desa, sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua harus ikut aktif memberikan pemahaman dan dorongan agar anak-anak segera mendapatkan imunisasi,” terang Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasyah.

Rincian capaian sementara, untuk sasaran usia 9–12 bulan dari 3.404 anak, baru 1.058 anak yang diimunisasi atau 31 persen. Pada kelompok usia 12–47 bulan dari 31.237 sasaran, sebanyak 9.258 anak atau 29,6 persen sudah diimunisasi.

Sementara untuk usia 4–6 tahun dari 26.308 sasaran, sudah 16.985 anak atau 64,6 persen menerima imunisasi, dan kelompok usia 7 tahun dari 13.020 sasaran, sebanyak 9.103 anak atau 69,9 persen sudah terimunisasi.

Puskesmas Giligenting mencatat capaian tertinggi, yaitu 86,1 persen, sementara capaian terendah berada di Puskesmas Dungkek dengan hanya 12,4 persen.

Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah mengatakan, perbedaan signifikan ini menjadi catatan penting agar strategi sosialisasi, pendekatan masyarakat, serta pelaksanaan layanan imunisasi bisa lebih merata.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan, khususnya Puskesmas dengan capaian tinggi. Namun yang lebih penting, bagaimana semua wilayah bisa bergerak bersama sehingga angka cakupan semakin meningkat dan merata,” jelasnya.

Kadinkes Ellya Fardasyah menekankan, imunisasi campak rubela bukan hanya sekadar program kesehatan, melainkan bentuk perlindungan jangka panjang bagi generasi mendatang.

Dengan keterlibatan aktif lintas sektor, Kadinkes Ellya optimistis target cakupan ORI Campak Rubela di Sumenep bisa tercapai bahkan melampaui standar nasional.

“Semakin banyak anak yang diimunisasi, semakin kuat benteng kekebalan komunitas kita. Ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan yang lebih baik,” terangnya Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah.

Bacaan Lainnya

Komitmen Perkuat Pelayanan Kesehatan, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Penghargaan JSI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dedikasi Rumah Sakit Umum...

RSUD Sumenep Raih Penghargaan Faskes Terbaik JKN 2026 Kategori Tipe B se-Madura Raya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kinerja RSUD dr. H....

Hadirkan Konsultasi Dokter hingga Cek Layanan Kesehatan Gratis, RSUD Sumenep Raih Apresiasi dan Stan Terbaik di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keikutsertaan RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Jadi Lokasi Pembahasan Penguatan Pembangunan Kesehatan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pengembangan layanan kesehatan di...

Kehadiran Stan RSUD Sumenep di MCF 2026 Disambut Antusias Pengunjung

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Antusiasme masyarakat mewarnai malam...

Stan Dinkes P2KB Sumenep Diserbu Pengunjung untuk Cek Kesehatan Gratis di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Antusiasme masyarakat mewarnai pembukaan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *