SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperjuangkan penambahan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di lingkungannya.
Di samping itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pemkab Sumenep, juga terus membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh pertanian Lapangan (PPL).
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengungkapkan, saat ini terdapat 149 PPL di bawah naungan lembaganya.
Mereka semua bertugas di 330 desa yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep.
“Saat ini, ada tenaga penyuluh yang menangani dua hingga lima desa. Ini karena jumlah Kelompok Tani (Poktan) di sini cukup banyak, kurang lebih lima ribu kelompok,” terang Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid dalam keterangannya, Kamis (20/6).
Keberadaan PPL di setiap kecamatan memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Idealnya, satu PPL bisa menangani satu desa.
“Tiap tahun kami sudah mengusulkan penambahan. Namun, sampai saat ini belum ada penambahan,” jelas Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.
Kendati saat ini, keberadaan PPL di Kabupaten Sumenep terbatas, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan tetap berjalan dengan baik. Dia berharap ada penambahan PPL.
“Kalau tidak ada penambahan, tugas penyuluh akan lebih berat karena pasti ada yang pensiun,” pungkas Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid.


