PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Masyarakat Pertanyakan Fasum Jalan Kamboja yang Hanya Dibuka untuk Kepentingan Pemkab

Pada
Fasum Jalan Kamboja yang kini ditutup dan hanya dibuka dikala jam kerja untuk di lingkungan kantor pemerintah kabupaten Sumenep. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Jalan Kamboja, Kelurahan Pajagalan, Kabupaten Sumenep, yang awalnya diketahui merupakan fasilitas umum (Fasum) akses masyarakat salah satunya menuju ke RSUD dr. H. Moh. Anwar kini tidak lagi sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut ditutup manakala bukan jam kerja untuk di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Fasum Jalan Kamboja tersebut ditutup menggunakan gerbang buka tutup oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sejak sekitar 2-3 tahun lalu. Gerbang penutup jalan itu hanya dibuka menyesuaikan dengan jam kerja untuk pejabat di lingkungan kantor pemerintah daerah setempat.

IMG-20260926-WA0006

Ditutupnya jalan Kamboja tersebut dinilai menyulitkan masyarakat yang hendak melintas menggunakan akses jalan yang salah satunya menuju rumah sakit daerah itu. Masyarakat harus mencari jalan alternatif lain dengan harus menempuh jarak yang lebih jauh dan memutar.

Hingga kini pun, dengan ditutupnya jalan tersebut terus menuai protes lantaran dianggap sangat merugikan masyarakat yang akan melintasi akses jalan itu menuju pusat – pusat strategis di antaranya jika hendak ke RSUD Moh. Anwar Sumenep dan ke Pasar Anom Baru Sumenep.

Kali ini datang dari aktivis sosial sebut saja Abdullah warga Sumenep Kota yang juga pegiat pada salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota Keris. Atas penutupan jalan tersebut, meminta harus ditinjau ulang atau harus dibuka kembali mengingat jalan tersebut merupakan akses kebutuhan masyarakat.

“Karenanya kami berharap yang amat sangat kepada pemegang kebijakan untuk meninjau ulang atas penutupan jalan tersebut dan harus menunjukkan kepeduliannya kepada kebutuhan masyarakat,” pintanya kepada wartawan, Selasa (19/9/2023).

Jalan tersebut menurutnya kebutuhan utama masyarakat untuk menuju ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Apalagi bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan emergency misalnya jika seseorang terdeteksi serangan jantung yang membutuhkan penanganan secara cepat.

“Karena bagi orang yang tekena serangan jantung butuh penanganan secara cepat. Sebab bagi orang yang kena serangan jantung terlambat hitungan menit saja maka akan fatal terhadap si penderita,” ungkapnya.

Menurutnya juga, jika untuk membuka kembali jalan tersebut karena alasan keamanan, karena jalan tersebut melintasi centra aktivitas kantor Pemda dan dianggap berisiko tinggi demi keamanan, pemerintah daerah harusnya punya solusinya misalnya dipintu jalan itu di sediakan Satpam pengaman.

“Bukankah soal keamanan Pemda Sumenep menyediakan Satpam atau security itung itung mengurangi pengangguran di ujung Madura ini,” kata dia.

Moh Arifin warga Bluto yang kebetulan sedang berobat di salah satu klinik wilayah Kelurahan Pajagalan juga menyayangkan terhadap ditutupnya jalan dekat menuju RSUD Moh. Anwar itu.

Karena menurutnya yang mestinya hanya cukup dengan berjalan kaki namun karena jalan itu ditutup dan dikunci rapat pada malam hari maka dengan terpaksa harus mencari kendaraan umum dengan jalanan yang harus memutar.

“Andainya jalan itu tidak ditutup dan tidak dikunci rapat kami bisa jalan kaki saja dan tidak merogoh kembali uang disaku, karenanya kami berharap jalan itu dibuka kembali demi orang kecil seperti saya ini,” pintanya jua.

Dikonfirmasi terkait persolan tersebut, Kepala Bidang Penataan Bangunan Gedung Dinas PUTR Kabupaten Sumenep Beny Irawan, mengatakan bahwa jalan tersebut yang diprotes kembali oleh warga itu bukan lagi wewenangnya.

“Maaf mas jalan tersebut bukan lagi kewenangan kami untuk membuka dan menutup kembali, dulu memang wewenang kami,” katanya seraya mempersilahkan untuk mencari siapa yang mempunyai kewenangan. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

Operasi Sikat Semeru 2026 Berbuah Hasil, Polresta Sumenep Amankan 10 Tersangka

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep mengungkap sembilan...

Praperadilan Devi Taurisa Kembali Tertunda, Hakim Janji Tegur Jurusita

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Sidang praperadilan yang diajukan...

DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – DPRD Kabupaten Sumenep menyepakati...

DPRD Sumenep Beri Lima Rekomendasi dalam Pembahasan APBD 2027

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Pecinta Otomotif Berau Kecewa, Kejurprov Balap Motor Seri ke-8 Tak Dapat Izin Penggunaan Jalan Provinsi

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Para pecinta otomotif dan...

Pencabulan Anak Usia 4 Tahun, LBH GP Ansor Tegal: Ini Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa

TEGAL (JURNALIS INDONESIA) – Peristiwa memilukan diduga terjadi...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *