Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Luncurkan Program ORI Campak, Kadinkes Tergetkan Imunisasi Capai 90 Persen

Pada
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat bergerak cepat dalam menangani wabah campak di ujung timur pulau Garam Madura.

Terbukti, kini Pemerintah Daerah melalui Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep bergerak gerak cepat dengan meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) campak.

Program imunisasi massal ini menyasar 74 ribu lebih anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun di seluruh kecamatan. Hari pertama pelaksanaan dipusatkan di TK Rumah Pintar Sumenep, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Imam Hasyim dengan didampingi Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasyah.

Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)

“Kami menargetkan capaian imunisasi minimal 90 persen. Tapi kunci keberhasilan bukan hanya di pemerintah, melainkan dukungan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan para ulama untuk memberi pemahaman bahwa imunisasi adalah benteng masa depan anak-anak kita,” terang Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat meninjau langsung Vaksinasi Campak di Salah Satu Sekolah, Senin (25/08/2025).

Wakil Bupati Sumenep mengajak masyarakat tidak abai terhadap penyebaran campak. Masyarakat diimbau agar memiliki kesadaran bersama dan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menangani sekaligus mengantisipasi penyebaran campak itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasyah mengatakan dan memastikan program ORI berlangsung selama dua pekan.

Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah juga mengatakan, apabila dalam rentang waktu tersebut masih ada anak yang belum divaksin, pihaknya akan melakukan penyisiran tambahan selama satu minggu.

“Target minimal 90 persen harus tercapai. ORI ini adalah cara paling efektif memutus rantai penularan campak yang kini terus melonjak,” ungkap Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah.

Dengan kondisi 2.105 kasus suspek campak tercatat hingga akhir Agustus, pemerintah daerah menegaskan tidak ada pilihan lain selain mempercepat imunisasi massal.

Harapannya, melalui langkah ini Kabupaten Sumenep bisa segera keluar dari penyebaran campak itu.

Bacaan Lainnya

KPRI RSUD Sumenep Dinobatkan sebagai Koperasi Sehat, Direktur Erliyati: Ini Hasil Kerja Keras Bersama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA – Koperasi Pegawai Republik Indonesia...

Dinkes P2KB Sumenep Tingkatkan Peran Desa dalam Penanggulangan TBC dan Kusta

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk...

Pemkab Sumenep Perkuat Sinergi dengan RSKKA untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Kinerja Pelayanan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Meningkat, Indikator Mutu Tunjukkan Tren Positif

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rumah Sakit Umum Daerah...

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Kepulauan, Rujukan dan Fasilitas Terus Ditingkatkan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk,...

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Lepas Pegawai Purna Tugas dengan Penuh Penghormatan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *