SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura Jawa Timur, dalam rangka mewujudkan kebijakan satu data Indonesia menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam membangun dashboard interaktif.
Tim dosen Departemen Statistik Bisnis Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Arya Wiraraja Kantor Bupati Sumenep, Rabu (22/5/2024).
FGD sebagai pengabdian masyarakat tentang rancang bangun dashboard interaktif untuk visualisasi informasi interaktif data organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sumenep.
FGD dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep yang diwakili Asisten Administrasi Umum Ferdiansyah Tetrajaya, beserta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Ferdianysah menyampaikan bahwa kebijakan Satu Data Indonesia merupakan langkah penting untuk mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, akurat, dan mudah diakses.
Menurutnya, kebijakan Satu Data Indonesia yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep merupakan langkah strategis pemerintah pusat yang diimplementasikan melalui peraturan presiden nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen, dengan bekerja keras, dan kerja cerdas bersama seluruh komponen OPD mengimplementasikan kebijakan Satu Data Indonesia,” terangnya.
Sementara saat ini, kebijkan Satu Data Kabupaten Sumenep diakui masih belum optimal. Sebab portal data Kabupaten Sumenep belum terintegrasi dengan portal data Provinsi Jawa Timur, dan hanya ada dua OPD yang telah mengisi portal Satu Data Kabupaten Sumenep.
“Kondisi satu data Kabupaten Sumenep sampai dengan saat ini adalah bahwa portal data Kabupaten Sumenep belum terintegrasi dengan portal data Provinsi Jawa Timur. Portal satu data Kabupaten Sumenep saat ini baru terisi oleh Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang anggota tim dosen Departemen Statistik Bisnis Fakultas Vokasi ITS Surabaya Sri Pingit Wulandari menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengintegrasikan data, dan merancang dashboard interaktif untuk visualisasi informasi interaktif data OPD di Kabupaten Sumenep.
“Dengan dashboard interaktif ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengakses dan memahami informasi terkait kinerja OPD dengan lebih mudah dan cepat,” terangnya.


