PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pertemuan rutin bulanan para petugas penjaga pintu air pertanian, diadakan secara rutin di kantor Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Bojongbata Pemalang, Rabu (07/6/2024).
Pada acara rapat konferensi hari ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang Wiji Mulyati, Ketua IP3A daerah irigasi Sungapan, Andi Rustono, Kristiyanto PU Pengairan Provinsi, Imron Mantri Pengairan UPJI Pemalang, serta para Relawan pemelihara sungai.
Andi Rustono dalam sambutannya berpesan agar para petugas penjaga pintu air itu bekerja dengan maksimal, dan selalu mengontrol arus air, sehingga tidak terjadi sumbatan oleh sampah.
Kebiasaan jelek masyarakat yang masih membuang sampah di sungai atau kali, ini harus menjadi perhatian para petugas penjaga pintu air, jika petugas lalai akan sampah menjadi menumpuk dan mengakibatkan banjir.
Penumpukan sampah pastinya akan menyumbat pintu air, dan para petugas pintu air harus segera diangkat sampahnya, dan ketika sudah diangkat di daratan, itu menjadi menjadi tanggungjawab petugas sampah dari lingkungan hidup.
“Sehingga pada hari ini kami mengundang Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk dapat bisa bekerjasama,” ujar Andi Rustono.
Pada kesempatan pertemuan ini Andi Rustono juga membagikan bingkisan yang diperoleh dari BAZNAS untuk petugas penjaga pintu air.
Dan Andi Rustono juga memberikan informasi kepada petugas penjaga pintu air, jika sedang ada pembangunan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah di Desa Purana yang ramah lingkungan seperti yang ada di Kabupaten Purbalingga.
“Nantinya sampah itu akan diolah secara modern dan tidak menimbulkan bau sehingga bisa bermanfaat untuk pupuk dan lain lain, dan tidak terjadi lagi pencemaran lingkungan seperti di Pesalakan. TPA Purana bisa dipastikan ramah lingkungan,” terang Andi Rustono. (dar)


