PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Setelah Jurnalis Indonesia melakukan investigasi dan bertemu dengan Kaur Perencanaan Desa Sarwodadi Jabidin di lokasi proyek pengaspalan jalan di wilayahnya menyampaikan bahwa papan nama proyek sudah terpasang di dekat lokasi proyek, Minggu (24/12/23).
“Jika mengenai pekerjaan pengaspalan jalan tanya langsung sama yang mengerjakan dan kebetulan orangnya ada disini juga,” kata Jabidin.
Pemborong yang bernama Fahmi mengaku proyek pekerjaan pengaspalan jalan yang awalnya tanpa dipasangkan papan nama itu pihaknya yang mengerjakan.
“Jalan ini saya mengerjakan dengan volume 496 m x 3 m dengan anggaran Dana Desa sebesar 195 juta rupiah dan material yang digunakan sesuai dengan speck aspal yang digunakan jenis MP,” kata dia.
Sementara Kepala Desa Sarwodadi Sapari saat di minta konfirmasinya dengan Jurnalis Indonesia, sepertinya kebingungan untuk menjawab dan sedapatnya ia sampaikan jika projek pekerjaan pengaspalan jalan tersebut menggunakan dana desa sebesar 195 juta rupiah.
“Dan waktu pekerjaan kurang lebih 2 atau 3 hari saja,” kata Sapari.
Diberitakan sebelumnya, sesuai dengan Amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 dan Perpres nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012 mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara, wajib untuk memasang papan nama proyek, yang memuat jenis pekerjaan dan lokasi kegiatan, nomor kontrak, waktu pelaksanaan, serta jangka waktu dan lama pelaksanaan.
Sedangkan informasi dan pantauan Jurnalis Indonesia, pekerjaan proyek pengaspalan jalan di Desa Sarwodadi Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang didapati tanpa adanya papan nama proyek, Sabtu (23/12/2023).
Hal tersebut dibenarkan oleh beberapa warga setempat, bahwa proyek pekerjaan pengaspalan jalan yang dikerjakan oleh seorang pemborong yang berinisial HR memang belum terpasang papan nama pekerjaan, diduga proyek pekerjaan tersebut menggunakan Anggaran Dana Desa yang mencapai ratusan juta rupiah.
“Jelas proyek pekerjaan pengaspalan jalan tersebut patut diduga projek siluman,” ucap seorang warga yang tidak mau namanya dipublikasikan.
Terkait dengan papan nama projek yang tidak ada, hal tersebut benar adanya, terbukti dari informasi yang dihimpun Jurnalis Indonesia dari narasumber terpercaya, bahwa papan nama projek baru diambil dari tempat percetakan oleh pihak pemerintah desa pada Sabtu malam, dengan demikian, proyek pekerjaan pengaspalan di Desa Sarwodadi lebih dulu dikerjakan tanpa memasang papan nama projek pada saat kegiatan berlangsung. (dar)


