SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang memiliki tagline Bismillah Melayani terus menunjukkan kepeduliannya kepada para guru ngaji di ujung timur pulau Garam Madura.
Pada tahun 2023 ini, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep yang dipimpin Kamiluddin menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada guru ngaji sebanyak 962 penerima.

Sebanyak 962 penerima bansos guru ngaji ini tersebar di seluruh Kecamatan Kabupaten Sumenep, baik daratan maupun kepulauan. Masing-masing penerima (guru ngaji) menerima bantuan berupa uang sebesar Rp.1.200.000. Dengan jumlah total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp.1.154.400.000.
Launching dan simbolis penyaluran langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu (20/12/2023) di Pendopo Kecamatan Batang-batang bersamaan dengan penyerahan bantuan kartu jaminan sosial ketenagakerjaan bagi buruh tani dan petani tembakau di ujung timur pulau Garam Madura.
Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Kamiluddin mengatakan, bantuan kepada guru ngaji itu merupakan wujud terimakasih Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam hal ini Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Wujud terimakasih Pemkab Sumenep dalam hal bapak bupati kepada guru ngaji yang telah dengan komitmennya dengan semangatnya yang tinggi dengan keikhlasannya mendidik anak-anak mulai dari kecil sampai dewasa untuk mengajarkan tentang tata cara baca Al-Qur’an,” kata Kabag Kamil akrab disapa ditemui Jurnalis Indonesia di kantornya, Kamis (21/12/2023).
Kabag Kamil mengharap, bantuan yang disalurkan melalui Kesra Sekretaris Daerah yang dipimpinnya dapat menjadi tambahan penyemangat kepada guru ngaji di Kabupaten Sumenep. Walaupun pada hakikatnya guru ngaji ini meski tidak diberikan bantuan tetap mereka mengajar.
“Bantuan ini sebagai tambahan semangat sekaligus wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada guru ngaji,” ujar Kabag Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.
Kamil menuturkan, bantuan uang kepada guru ngaji itu diberikan secara non tunai langsung kepada rekening masing-masing penerima. Dengan tujuan, penerima langsung menerima full tanpa ada potongan dari sana sini.
Penyalurannya, melalui BPRS Bhakti Sumekar yang merupakan salah satu perusahaan perbankan milik Badan Usah Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep.
“Tujuannya, dengan menggunakan BPRS Bhakti Sumekar untuk lebih memudahkan para guru ngaji penerima bantuan dalam pencairannya,” papar Kamil.
Karena perusahaan perbankan milik BUMD Kabupaten Sumenep ini memiliki cabang yang tersedia di setiap kecamatan yang ada di ujung timur pulau Garam Madura baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
“Jadi (dengan menggunakan BPRS Bhakti Sumekar) para penerima bantuan guru ngaji tidak usah ke kabupaten lagi untuk pencairannya hanya cukup di kecamatan masing-masing para penerima bansos guru ngaji itu sudah bisa mencairkannya,” ungkap Kamil.
Sebagai informasi, para penerima bantuan guru ngaji ini merupakan yang berdomisili ber-KTP Kabupaten Sumenep. Bukan PNS aktif. Dan minimal memiliki 10 santri. Serta memiliki tempat, baik masjid, mushalla dan rumah dalam menjalankan aktifitasnya mengajar ngaji.
Pengajuannya melalui proposal. Namun sekarang lebih dimudahkan karena sudah disediakan aplikasi yang memang dikhususkan bernama SIAGUNG (sistem informasi guru ngaji). Jadi pengajuannya melalui aplikasi itu. (ilyas)


