BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Rencana pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan jalur Samarinda–Berau melalui Desa Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, hingga kini belum menunjukkan realisasi. Padahal, keberadaan akses tersebut dinilai strategis karena berpotensi memangkas waktu perjalanan sekitar 20 hingga 30 menit dibandingkan melalui jalur utama.
Sejumlah warga mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut telah dijanjikan sejak beberapa tahun lalu, baik oleh Pemerintah Kabupaten Berau maupun sejumlah anggota legislatif. Namun, hingga saat ini, masyarakat belum melihat adanya langkah konkret yang mengarah pada realisasi pembangunan.
Kondisi jalan yang ada pun masih memprihatinkan. Sebagian ruas jalan berupa tanah dengan permukaan berlubang dan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas, terutama ketika hujan turun.
Padahal, akses tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Selain menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang melakukan perjalanan Samarinda–Berau, jalan itu juga dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga Desa Tunggal Bumi dan wilayah sekitarnya, termasuk kendaraan pengangkut barang.
Masyarakat menilai, potensi strategis jalan tersebut semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, apabila pembangunan direalisasikan, aksesibilitas dan efisiensi perjalanan masyarakat dapat meningkat.
Warga berharap pemerintah daerah bersama para wakil rakyat tidak hanya menyampaikan janji, tetapi juga menunjukkan komitmen melalui langkah nyata. Kepastian mengenai rencana pembangunan, alokasi anggaran, serta jadwal pelaksanaan menjadi hal yang dinantikan masyarakat.
Sebab, setelah bertahun-tahun menunggu, masyarakat membutuhkan bukti pembangunan, bukan sekadar janji yang terus berulang. (fnd)

Tidak ada Respon