Menu

Mode Gelap

PEMERINTAHAN · 28 Mar 2023 20:40 WIB

Cara Jitu Pemkab Sumenep Turunkan Angka Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak


 Bupati Sumenep Achmad Fauzi didampingi Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep Achmad Dzulkarnain saat Diskusi Panel dengan tema Selamatkan Perempuan dan Anak dari Degradasi Moral, di De Baghraf Hotel, Selasa (28/3/2023). Perbesar

Bupati Sumenep Achmad Fauzi didampingi Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep Achmad Dzulkarnain saat Diskusi Panel dengan tema Selamatkan Perempuan dan Anak dari Degradasi Moral, di De Baghraf Hotel, Selasa (28/3/2023).

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, guna mengurangi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melakukan berbagai langkah.

Di antaranya, dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi memaparkan, lembaga ini khusus menangani korban kekerasan secara komprehensif yang meliputi layanan informasi, konsultasi, penjangkauan, rehabilitasi psiko-sosial, mediasi dan kesehatan awal medis yang dilakukan oleh berbagai instansi bersama dengan masyarakat.

“Keberadaan lembaga itu diharapkan agar mendorong jajaran pemerintah daerah bersama elemen masyarakat, untuk komitmen sekaligus mencari solusi bersama-sama dalam menangani tindakan kekerasan perempuan dan anak di Sumenep,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat Diskusi Panel dengan tema Selamatkan Perempuan dan Anak dari Degradasi Moral, di De Baghraf Hotel, Selasa (28/3/2023).

Bupati Fauzi mengatakan bahwa tindakan kekerasan merupakan permasalahan kompleks dengan ancaman nyata yaitu fisik, verbal maupun emosional yang berdampak negatif bagi korban dan lingkungan sosialnya, bahkan berpengaruh negatif terhadap siklus tumbuh kembang dalam rumah tangga.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menerangkan, data korban tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin tahun terus meningkat dengan kasus yang beragam, terkait tergerusnya akhlak dan budi pekerti, sehingga berakhir pada perbuatan amoral pada generasi muda di era digitaliasasi ini.

Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, pada 2022 terjadi 40 kasus, sedangkan 2023 sampai dengan Maret sebanyak 16 kasus, yakni 11 kasus pencabulan, 1 kasus anak hilang, pelecehan seksual 1 kasus, KDRT 1 kasus, penemuan bayi 1 kasus, serta penganiayaan 1 kasus.

“Untuk menekan kasus itu perlu sinergitas serta kolaborasi berbagai instansi maupun elemen lainnya, agar langkah antisipasinya bisa lebih menyeluruh hingga ke masyarakat,” harap Bupati Sumenep.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep Achmad Dzulkarnain menambahkan, bahwa tindakan kekerasan bukan hanya masalah individual.

Namun menurutnya, problematika keluarga dan masyarakat, sehingga perlu melibatkan semua elemen untuk mengurangi tidak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Sebagai solusi dalam menangani tindakan kekerasan perempuan dan anak yang salah satunya karena degradasi moral,” papar Dzulkarnain. (*ji/ils/red)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sumenep Gelar Gebyar Muharram dengan Bershalawat, Bupati Fauzi: Wujud Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

16 Juli 2024 - 23:52 WIB

Bapenda Sumenep Turlap ke Nonggunong Sosialisasi Pembayaran Pajak Daerah Non Tunai dan Penyerahan SPPT

16 Juli 2024 - 22:59 WIB

Pemkab Gelar Penyerahan Pusaka Keraton untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Agung yang Dimiliki Sumenep

16 Juli 2024 - 21:38 WIB

Bupati Rini Syarifah Serahkan SK Pengukuhan BPD di Kabupaten Blitar

16 Juli 2024 - 15:33 WIB

Bupati Blitar Hadiri Acara Pentasyarufan Baznas di Kecamatan Wonodadi

15 Juli 2024 - 17:01 WIB

Pemkab Bersama Pelar Agung Gelar Haul dan Jamasan Pusaka Keraton Sumenep 2024 Libatkan Pelajar

15 Juli 2024 - 15:18 WIB

Trending di PEMERINTAHAN