PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260920-WA0013

Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Pada
Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan drg. Ellya Fardasyah terus berupaya dalam pencegahan penularan penyakit menular dari ibu ke anak di Kota Keris.

Salah satunya dengan mengikutkan sebanyak 30 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan mengikuti Pelatihan Pencegahan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak (PPIA) Menuju Triple Eliminasi yang digelar pada 11–15 Agustus 2025 di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Malang.

IMG-20260617-WA0002

Peserta pelatihan berasal dari RSUD dr. H. Moh. Anwar dan sembilan Puskesmas, yakni Pasongsongan, Ambunten, Gapura, Saronggi, Sapeken, Arjasa, Gayam, Talango, dan Manding.

Mereka terdiri dari dokter, bidan, serta perawat yang sehari-hari menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasyah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Syamsuri, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari program strategis daerah untuk mewujudkan target triple elimination yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan pengobatan kepada penderita, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujarnya, Rabu (13/08/2025).

Menurutnya, tantangan dalam upaya eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B tidak hanya pada penanganan medis, tetapi juga pada deteksi dini dan edukasi masyarakat.

“Banyak kasus yang baru terdeteksi pada tahap lanjut, sehingga diperlukan kemampuan skrining yang lebih optimal di lini pertama pelayanan,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai hanya oleh satu unit kerja atau satu bidang saja. Namun diperlukan kolaborasi lintas program di internal Dinas Kesehatan, mulai dari program kesehatan ibu dan anak (KIA), program imunisasi, program pengendalian penyakit menular, hingga program promosi kesehatan.

Sinergi ini juga mencakup kerja sama dengan sektor lain seperti organisasi profesi, akademisi, serta lembaga masyarakat. Kolaborasi lintas program sangat penting agar intervensi yang dilakukan saling menguatkan.

“Misalnya, skrining di layanan KIA dapat langsung terintegrasi dengan rujukan pengobatan, edukasi gizi, hingga konseling menyusui. Dengan begitu, ibu dan anak mendapatkan perlindungan secara komprehensif,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Komitmen Perkuat Pelayanan Kesehatan, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Penghargaan JSI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dedikasi Rumah Sakit Umum...

RSUD Sumenep Raih Penghargaan Faskes Terbaik JKN 2026 Kategori Tipe B se-Madura Raya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kinerja RSUD dr. H....

Hadirkan Konsultasi Dokter hingga Cek Layanan Kesehatan Gratis, RSUD Sumenep Raih Apresiasi dan Stan Terbaik di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keikutsertaan RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Jadi Lokasi Pembahasan Penguatan Pembangunan Kesehatan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pengembangan layanan kesehatan di...

Kehadiran Stan RSUD Sumenep di MCF 2026 Disambut Antusias Pengunjung

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Antusiasme masyarakat mewarnai malam...

Stan Dinkes P2KB Sumenep Diserbu Pengunjung untuk Cek Kesehatan Gratis di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Antusiasme masyarakat mewarnai pembukaan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *