Menu

Mode Gelap

EKONOMI · 10 Apr 2023 22:34 WIB

Diskop UKM Perindag Sumenep Jamin Keamanan Masyarakat dari Mamin Kadaluarsa Jelang Hari Raya


 KIRI, PAKAI BATIK. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid. (foto/ist) Perbesar

KIRI, PAKAI BATIK. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid. (foto/ist)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Kota Keris tidak perlu khawatir dan was-was membeli makanan dan minuman baik di toko modern, swalayan, maupun pasar-pasar tradisional untuk lebaran. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) setempat bakal memberikan jaminan keamanan dari makanan dan minuman (Mamin) kadaluarsa jelang Hari Idul Fitri tahun ini.

Karena Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep bakal turun langsung melakukan inspeksi mendadak kepada toko-toko modern, swalayan, maupun pasar-pasar tradisional di wilayah setempat untuk menghindari keberadaan makanan dan minuman (Mamin) kadaluarsa.

Kepala Dinkop UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid mengaku itu sebagai langkah yang dilakukan instansi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya, untuk memberikan jaminan keamanan pada masyarakat Kota Keris dalam mendapatkan makanan dan minuman aman dan sehat.

Kadis Inung karib dipanggil, memastikan dalam waktu dekat segera melakukan sidak untuk memastikan semua makanan dan minuman yang dijual tidak kadaluarsa.

Kepala Dinkop UKM dan Perindag Sumenep mengatakan sudah melakukan rapat gabungan bersama OPD-OPD terkait. “Kita sudah gelar rapat gabungan, yang melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP untuk persiapan sidak,” jelasnya, Senin (10/4).

Inung mengungkapkan, jika turun langsung kelapangan melakukan sidak mamin kadaluarsa itu rutin dilakukan setiap tahun. Terutama menjelang Idul Fitri. Tujuannya, agar para konsumen bisa terhindar dari para penjual nakal. “Jika ditemukan ada mamin yang kadaluarsa, nanti kami tegur, lalu barangnya kami amankan dan dibuatkan berita acara,” terangnya.

Mengacu pada tahun sebelumnya, menurut Kepala Dinkop UKM dan Perindag Sumenep ini, sidak mamin kadaluarsa itu tidak hanya menyasar di kecamatan kota saja. Melainkan, juga dilakukan ke wilayah kecamatan sekitar, baik toko modern, swalayan, maupun pasar-pasar tradisional. “Karena pedagang pasar tradisional kadang kurang memperhatikan masa kedaluarsa,” ungkapnya. (*ji/ils/red)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Bupati Wongsojudo Ajak Kadin Sumenep Berkolaborasi Tingkatkan Perekonomian Daerah

14 Juli 2024 - 22:47 WIB

Bupati Sumenep Dinobatkan Sebagai Pembina Koperasi Andalan 2024 dari Dekopin dan Kemenkop RI

13 Juli 2024 - 00:26 WIB

Bupati Wongsojudo Berhasil Bikin Tajamara Sumenep Jadi Wisata Kuliner Kebanggaan

6 Juli 2024 - 22:51 WIB

Ingin Malam Mingguan Bersama Bupati Sumenep, Yuk Hadiri Tarian Flashmob di Bundaran Taman Potre Koneng

29 Juni 2024 - 14:55 WIB

Festival Desa Wisata Sumenep 2024 Berhasil Menarik Perhatian Pengunjung, UMKM Ikut Kecipratan Berkah

28 Juni 2024 - 22:49 WIB

Pemkab Sumenep Promosikan Potensi Pariwisata Sumenep Melalui Festival Desa Wisata 2024

27 Juni 2024 - 23:31 WIB

Trending di EKONOMI