PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

DKPP Sumenep Lakukan Sekolah Lapang Tentang Agribisnis Tembakau, Petani Dapat Ilmu Baru

Pada
PEDULI PETANI. Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto saat turun langsung memberikan edukasi. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dipimpin Arif Firmanto, tanpa lelah turun langsung di tengah-tengah masyarakat petani Kota Keris untuk memberikan edukasi.

Kali ini, DKPP Sumenep menggelar Sekolah Lapang tentang Agribisnis Tembakau di Desa dan Kecamatan Guluk-guluk. Melalui Sekolah Lapang ini masyarakat yang tergabung pada Kelompok Tani (Poktan) setempat mendapatkan tambahan pengetahuan ilmu baru terkait inovasi pertanian.

IMG-20260926-WA0006

DKPP Sumenep menggelar Sekolah Lapang sebanyak 4 kali secara bertahap selama dua minggu di Kecamatan Guluk-Guluk, yakni pada Selasa dan Rabu 12-14 September 2023. Lalu Selasa dan Rabu 19-20 September 2023.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengutarakan, jika eksistensi Sekolah Lapang sangat penting dilakukan sebagai batu loncatan untuk mewujudkan prospek pertanian negeri yang maju dan modern. Khususnya di ujung timur pulau Garam Madura ini.

Menurutnya, hal itu seiring dengan pertanian yang saat ini sudah semakin berkembang dan maju sehingga butuh pelatihan dan inovasi baru, seperti agribisnis tembakau tentang aplikasi asap cair tembakau yang dilakukan melalui Sekolah Lapang yang digelar di Desa dan Kecamatan Guluk-guluk Sumenep.

“Pada sekolah lapang kali ini, petani diberi pengetahuan tentang agribisnis tembakau tentang aplikasi asap cair tembakau yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan buah dan menghalau hama,” terang Kadis Arif karib disapa dilansir Jurnalis Indonesia, Selasa (26/9/23).

Alhasil juga, ternyata keingintahuan petani di Guluk-Guluk tentang manfaat aplikasi asap cair tembakau sangat tinggi, sehingga menurutnya perlu ditindaklanjuti. Sehingga melalui Sekolah Lapang yang dilakukan oleh DKPP Sumenep sangat tepat dan menjadi solusi.

“Keinginan petani untuk mengaplikasikan asap cair tembakau bagi kami perlu untuk ditindaklanjuti. Agar petani dapat merasakan efek positif. Sehingga hasil pertaniannya dapat meningkat,” jelas Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto.

Salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kecamatan Guluk-Guluk, Dini Findyandini mengaku, melalui sekolah lapang petani Guluk-Guluk Sumenep bertambah pengetahuan pertaniannya, utamanya tentang pembudidayaan tanaman tembakau.

“Petani Guluk-Guluk mendapatkan materi seperti halnya panen, pasca panen tembakau, sekaligus pemasarannya. Selain itu, ada juga materi disversifikasi produk olahan tembakau, serta materi aplikasi asap cair batang tembakau,” ungkapnya.

Seperti para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Al-Majidiyah tampak antusias atas penyampaian tentang pembudidayaan tanaman tembakau dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur bersama DKPP Sumenep.

“Terbukti, setelah mengikuti sekolah lapang ini. Para petani menuturkan keinginannya kepada kami untuk melakukan swadaya pembuatan asap cair tembakau,” jelasnya.

Mereka, para petani ini bahkan tertarik membuat asap cair tembakau, setelah mengetahui manfaat-manfaatnya melalui penyampaian dari pemateri melalui Sekolah Lapang.

“Seperti manfaat pemasakan buah dan juga menghalau hama,” ungkapnya. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – DPRD Kabupaten Sumenep menyepakati...

DPRD Sumenep Beri Lima Rekomendasi dalam Pembahasan APBD 2027

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Pecinta Otomotif Berau Kecewa, Kejurprov Balap Motor Seri ke-8 Tak Dapat Izin Penggunaan Jalan Provinsi

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Para pecinta otomotif dan...

Pencabulan Anak Usia 4 Tahun, LBH GP Ansor Tegal: Ini Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa

TEGAL (JURNALIS INDONESIA) – Peristiwa memilukan diduga terjadi...

Kabid Pengelolaan Perikanan Tangkap Diskan Sumenep Menghilang dari Kantor Meski Jam Masuk Kerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan...

Proyek Saluran Air Beton Jalan Maluang Senilai Rp27,65 Miliar pada 2026 Tidak Bertahan Lama, Kini Sudah Retak

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi saluran air beton...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *