SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Lomba Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, yang diikuti 84 pasang sapi dari empat kabupaten di Madura, kembali memeriahkan peringatan HUT DRT The Big Family. Event yang digelar di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, menampilkan Sijjil Takbir Sakti sebagai juara pertama kategori Kelas Ukuran.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya dan pembangunan karakter bagi generasi muda. Pemilik sapi, H. Abbas, keluarga besar DRT Group, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya lomba yang aman, meriah, dan penuh sportivitas. Menurutnya, tradisi kerapan sapi bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran bagi generasi muda.
“Melihat budaya lokal tetap hidup dan diminati anak-anak muda membuat kami bangga. Lomba ini mengajarkan kerja keras, kesabaran, dan rasa tanggung jawab, nilai-nilai yang sangat penting untuk mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Bos DRT The Big Family, H. Syafwan Wahyudi yang familiar disapa Haji Udik menegaskan bahwa kerapan sapi bukan hanya soal kecepatan atau kemenangan. Lomba ini mengajarkan nilai-nilai yang tidak selalu didapatkan di sekolah, seperti menghormati orang lain, kerja keras, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
“Setiap lomba adalah pelajaran hidup yang bisa diterapkan setiap hari. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi pendidikan karakter yang hidup,” kata Haji Udik.
Selain Sijjil Takbir Sakti, kategori Golongan Kalah dimenangkan oleh Komando Junior (Zai – Sumenep), sementara kategori Golongan Menang ditempati Tolato (Sutrisno – Sumenep) dan Jagal Ribon (Sumenep). Lomba ini disaksikan sekitar ±1.500 penonton dan dihadiri Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K, Ketua Bhayangkari Ny. Diah Rivanda, serta pejabat utama Polres Sumenep.
Haji Udik menegaskan bahwa Kerapan Sapi menjadi media edukasi langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar menghargai tradisi lokal, menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya sendiri, dan membentuk karakter yang disiplin serta bertanggung jawab.
“Semoga keberhasilan para pemenang menjadi motivasi bagi semua peserta. Budaya yang dijaga dan dihargai tidak hanya hidup, tetapi juga membentuk karakter, memupuk kebanggaan, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Dengan langkah nyata seperti ini, DRT The Big Family membuktikan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan daerah tidak hanya bisa berjalan beriringan, tetapi juga saling memperkuat. Melalui event seperti Lomba Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup, DRT tidak hanya menghadirkan hiburan atau kompetisi, tetapi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tradisi, menanamkan nilai-nilai karakter bagi generasi muda, dan memperkuat ikatan sosial di komunitas lokal.
Peran DRT ini menjadikan mereka teladan bagi komunitas lain, sekaligus pilar dalam menjaga identitas budaya Madura, sehingga generasi mendatang tidak hanya mewarisi tradisi, tetapi juga bangga terhadapnya, siap menghadapi tantangan modern, dan termotivasi untuk terus melestarikan kekayaan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.