Skrol untuk membaca pos
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep dan Wakilnya Fauzi-Imam, Catat Segudang Capaian Nyata di Berbagai Sektor
Example floating
Example floating
IMG-20251210-WA0009

Oknum Pengawas Disdik Sumenep Diduga Jadi Calo Kenaikan Pangkat, Uang Ditilep Tanpa Hasil

Pada
Surat pernyataan dan pengaduan yang dikantongi Jurnalis Indonesia
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Oknum pengawas SD dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga jadi calo kenaikan pangkat dengan meminta uang jutaan rupiah. Parahnya, uang ditilep kenaikan pangkat yang diurusnya tidak membuahkan hasil.

Oknum pengawas ini adalah berinisial Drs. AS yang merupakan pengawas SD di wilayah kepulauan. Korbannya merupakan eks kepala sekolah SD yang juga di wilayah kepulauan berinisial SN.

IMG-20260410-WA0003

Kepada Jurnalis Indonesia, SN mengungkapkan, bahwa pengawas berinisial Drs. AS dalam mengurus kenaikan pangkat dirinya meminta uang sebesar Rp7 juta. Celakanya, kenaikan pangkat dirinya hingga pensiun tidak terbit.

“Kenaikan pangkat saya sampai pensiun tidak terbit,” ungkap SN saat ditemui dilansir Jurnalis Indonesia, Sabtu (15/10/2023).

Pengawas berinisial Drs. AS ketika dikonfirmasi tidak menampik ihwal tersebut. Secara terang-terangan ia mengaku yang dilakukannya itu sebagai tenaga jasa.

Mengejutkan lagi, ia meminta kepada wartawan agar persoalannya itu tidak membawa menyeret dinas. Bahkan meminta, apalagi menjelekkan dinas.

“Awas. Jangan menjelekkan dinas, ini jasa. Tidak ada urusan dengan dinas,” pintanya kendati tidak ditanya keterlibatan dinas.

Karena mengaku persoalan tersebut sudah diketahui oleh dinas. Namun dikatakannya, dinas meminta agar diselesaikan dengan dirinya. Karena bukan urusan dinas.

Pengawas Drs. AS menganggap, persoalan meminta uang dalam mengurus kenaikan pangkat yang dilakukan meski tidak berhasil sama halnya dengan orang membeli barang dan pantang uangnya dapat kembali.

“Adek oreng membeli barang ketika gagal pessena epabeli,” katanya menggunakan bahasa Madura yang terjemahannya “Tidak ada orang membeli barang ketika gagal uangnya dikembalikan”.

Bahkan mengejutkannya lagi, persoalan meminta uang dalam mengurus kenaikan pangkat tidak hanya dialami korban mantan kepala sekolah berinisial SN, tapi diakuinya banyak.

“Ada yang gagal juga, tapi orang sadar,” ungkapnya.

Drs. AS juga mengaku sudah dipanggil oleh BKD, dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat atas persoalannya namun dikatakannya tidak masalah karena yang dilakukannya sebagai tenaga jasa.

Jurnalis Indonesia menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra via selulernya belum berhasil, Sabtu (14/10/2023). (ji/ily)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SMP 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Dari Kepulauan Terluar, SMAN 1 Masalembu Siap Berprestasi di Bawah Kepemimpinan Baru Achmad Wadih

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Achmad Wadih, resmi dilantik...

Di Konkerkab PGRI Sumenep, Sekda Agus Dwi Saputra Dorong Lahirnya Program Inovatif Dunia Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab)...

Sekda Agus Dwi Saputra Dorong PGRI Sumenep Perkuat Profesionalisme dan Integritas Guru

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak...

Dari Panggung Seni ke Pembentukan Karakter, SMAN 1 Ambunten Tuai Apresiasi Kacabdin

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMAN 1 Ambunten, Kabupaten...

Kado Terindah Purna Tugas, Moh Tahir Catat Sejarah Prestasi Membanggakan di SMAN 2 Sumenep dan SMAN 1 Arjasa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Moh. Tahir, Kepala SMAN...

IMG-20260410-WA0003
IMG-20260320-WA0006