PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012

Pemkab Sumenep Kembangkan Hortikultura Berbasis Lahan Kering Lewat HDDAP

Pada
Pemkab Sumenep Kembangkan Hortikultura Berbasis Lahan Kering Lewat HDDAP
Pemkab Sumenep Kembangkan Hortikultura Berbasis Lahan Kering Lewat HDDAP
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pelaksanaan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) sebagai salah satu upaya memperkuat transformasi sektor pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah lahan kering.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa HDDAP memiliki peran penting dalam pengembangan hortikultura yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikannya di sela Rapat Koordinasi HDDAP yang berlangsung di Kantor Bupati, Kamis (16/04/2026).

Menurutnya, HDDAP merupakan program pertanian yang dirancang secara menyeluruh, mencakup peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

“Kami berharap program ini mampu memberikan dampak nyata, terutama melalui penerapan teknologi pertanian yang dapat menghasilkan produk hortikultura berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang menerima program HDDAP, dengan fokus pada tiga komoditas utama, yakni pisang, bawang merah, dan cabai.

Pengembangan komoditas tersebut tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Batuputih untuk pisang, Ambunten dan Rubaru untuk cabai, serta Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk bawang merah.

Berdasarkan data yang ada, komoditas pisang di Kecamatan Batuputih terbagi dalam dua klaster dengan total luas lahan mencapai 32,53 hektare. Untuk bawang merah, terdapat empat klaster di Kecamatan Guluk-Guluk dengan luas 49,77 hektare serta tujuh klaster di Kecamatan Pasongsongan dengan luas 53,94 hektare.

Sementara itu, komoditas cabai rawit dikembangkan dalam dua klaster di Kecamatan Ambunten dengan luas 62,87 hektare, serta 16 klaster di Kecamatan Rubaru yang mencakup area seluas 112,28 hektare.

Wabup menegaskan, melalui program ini pemerintah daerah ingin mendorong petani beralih dari pola pertanian tradisional menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

“Program ini harus menjadi ruang kolaborasi yang efektif, sehingga petani menjadi subjek utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

Gunakan Bahasa Madura, Bupati Fauzi Ungkap Tren Positif Pembangunan Sumenep di Paripurna Hari Jadi ke-757

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Sepanjang 2026, Sumenep Dipimpin Bupati Cak Fauzi Ukir 16 Prestasi di Tingkat Regional dan Nasional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Bupati Cak Fauzi Jadikan Hari Jadi ke-757 Sumenep sebagai Penguat Semangat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

Proyek Rekonstruksi Jalan Poros Pandan Sari di Segah Senilai Rp8,6 Miliar Dipertanyakan, Realisasi Fisik Jadi Sorotan

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan proyek lanjutan rekonstruksi...

Bupati Sumenep Kenang Jasa Raja-Raja Madura, Teguhkan Semangat Pengabdian

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kebesaran sejarah Madura kembali...

Hari Jadi ke-757 Sumenep, Kepala Bappeda: Tinggalkan Kebaikan Melalui Karya dan Pengabdian

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *