Menu

Mode Gelap
Bupati Sumenep Cak Fauzi Kembali Bikin Bangga, Kini Dinobatkan Sebagai Tokoh Inspiratif dalam Melestarikan Budaya Keris PR. Cahayaku Pamekasan Terang-terangan Produksi-Edarkan Rokok Gunakan Pita Cukai Saltuk Merk “Turbo Premium”, BC Madura Enggan Menindak Rokok Ilegal “Tali Jaya Mild” asal Pamekasan Bebas Beredar di Sumenep, Kasatpol-PP Sebut Penindakan Ada di Bea Cukai, BC Madura Masih Tutup Mata BC Madura Tak Beres, PR Cahaya Pro Pamekasan Terang-terangan Edarkan Rokok Gunakan Pita Cukai Salah Peruntukan Dibiarkan hingga Kini Parah, Rokok Merk “MBS” Gunakan Pita Cukai Salah Peruntukan Kembali Beredar di Sumenep, BC Madura Kecolongan

KESEHATAN · 22 Apr 2024 11:41 WIB

RS Harapan Sehat Pemalang Versus Keluarga Pasien Meninggal Memanas, PH Korban: Kita Tunggu Saja di Pengadilan


 Orang tua korban (pasien meninggal) dan Kuasa Hukumnya Perbesar

Orang tua korban (pasien meninggal) dan Kuasa Hukumnya

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Rumah Sakit (RS) Harapan Sehat Pelutan Pemalang mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi berita yang viral di masyarakat terkait tudingan malpraktek dan penganiayaan atas kasus pasien meninggal.

Konferensi pers diadakan di Aula Rumah Sakit Harapan Sehat Petarukan Pemalang, Minggu (21/04/2024).

Pihak RS Harapan Sehat yang di Wakili oleh Humasnya Andi Rustono, Septian, dan Kuasa Hukum Ahmad Soleh, SH. MH menyampaikan kepada para awak media atas kejadian sebenarnya mengenai permasalahan yang disangkakan kepada RS Harapan Sehat.

“Kita menggunakan hak untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan malpraktek dan penganiayaan serta atas pelayanan dan penanganan Rumah Sakit Harapan Sehat yang disangkakan kurang baik agar tidak menjadi bola liar di masyarakat,” kata Andi Rustono.

Sementara Septian yang juga Humas pada RS Harapan Sehat Pemalang membantah jika ada malpraktek maupun pemukulan terhadap keluarga pasien. “Kami pihak Rumah Sakit Harapan kita menangani pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Rumah Sakit Harapan Sehat,” terangnya.

Lebih lanjut Septian menyampaikan mengenai kronologi pasien yang berinisial PZ usia 12 tahun masuk ke Rumah sakit Harapan Sehat itu tanggal 4 April 2024 dengan diantar kedua orang tuanya MA dan TR dengan kondisi suhu badannya sedang panas tinggi.

Kata dia, setelah ditangani di UGD (Unit Gawat Darurat) berlanjut untuk pindah di ruang mawar lantai dua dengan kondisi naik turun suhu tubuhnya pun dalam pengawasan dokter dan tenaga medis. “Dan diagnosis kami curiga pasien radang selaput otak,” katanya.

Mengenai rujukan pindah rumah sakit atas permintaan keluarga pasien, pihaknya mengaku RS Harapan Sehat Pemalang sudah membantu untuk kordinasi dengan rumah sakit yang ada di sekitar Pemalang dan Tegal.

“Ternyata tidak ada tempat untuk pasien rujukan dan fasilitas kamar ICU untuk anak maupun CT Scan semua rumah sakit penuh, sehingga kami usulkan untuk dirujuk di rumah sakit Margono Purwokerto namun keluarga pasien menolak karena kejauhan,” jelasnya.

Dikatakan, dan keluarga pasien akhirnya minta untuk pulang paksa. “Kami memberi penjelasan jika sudah mendatangani pulang paksa pihak rumah sakit sudah tidak bertanggungjawab jika terjadi terhadap pasien, maka akhirnya keluarga pasien mengurungkan niatnya untuk pulang paksa,” lanjutnya.

Dan pertanyaan surat kematian, lanjut dia bahwa semua sesuai SOP. “Kami berikan saat jenazah pulang dan di berikan kepada Pakdehnya pasien,” terangnya.

Kuasa Hukum Rumah Sakit Harapan Sehat Ahmad Soleh lanjut menjelaskan, terkait mengenai malpraktek yang sudah dilaporkan ke polisi, setelah pihaknya konfirmasi dengan dokter maupun tenaga medis bahwa mereka bekerja sudah sesuai Standar Operasional Prosedur.

“Dan saya pun sudah konfirmasi kepada dokter jaga maupun tenaga medis mengenai ada pemukulan oleh dokter maupun tenaga medis kepada keluarga pasien menurutnya tidak ada,” katanya.

Kata dia, justru sebaliknya dokter maupun tenaga medis mendapat perlakuan tidak baik oleh keluarga pasien. “Sehingga tenaga medis kita menjadi korban dan ada yang terluka oleh gigitan dan tendangan dari keluarga pasien, dan tenaga medis juga sudah melakukan visum untuk kita laporkan ke kepolisian atas perlakuan keluarga pasien,” ungkapnya.

Atas yang dikatakan oleh RS Harapan Sehat Pemalang, keluarga korban dan Kuasa Hukumnya Imam Subiyanto SH MH CPM juga membantah. Keluarga pasien MA dan Istri menyangkal pernyataan Humas RS Harapan Sehat mengenai pemukulan terhadap tenaga medis maupun dokter.

“Kami tidak ada memukul dan menendang dokter dan tenaga medis karena keluarga saya anak anak dan perempuan yang ada diruang perawatan,” ujarnya.

Terkait dengan pemukulan dan penendangan terhadap dokter dan tenaga medis yang menurut Humas RS Harapan Sehat akan melaporkan balik ke polisi terhadap keluarga pasien. Imam Subiyanto sebagai Kuasa hukum dari MA keluarga pasien mempersilahkan jika ingin melaporkan.

“Silahkan saja karena itu adalah hak dari semua warga negara dimata hukum, namun perlu diketahui bahwa kami juga mempunyai bukti bukti seperti vidio visual apa yang terjadi pada saat itu di RS Harapan Sehat,” kata dia.

Lebih lanjut Imam Subiyanto menyampaikan baiknya bukti bukti itu nanti disampaikan pada saat di pengadilan. “Kita tunggu saja di pengadilan,” pungkasnya. (dar)

Artikel ini telah dibaca 139 kali

Baca Lainnya

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gandeng Kodim Sukseskan Kawasan Tanpa Rokok

11 April 2025 - 13:02 WIB

Sosok Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes

Kunjungi Puskesmas, Kadinkes P2KB Sumenep Jamin Fasilitas Kesehatan Masyarakat Optimal Selama Libur Lebaran Tahun Ini

29 Maret 2025 - 23:05 WIB

Direktur Erliyati Pastikan Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Optimal Saat Libur Lebaran 2025

25 Maret 2025 - 11:01 WIB

Sosok Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes (empat dari kiri)

Komitmen Tingkatkan Pelayanan, RSUD Moh Anwar Sumenep Persiapkan Tambahan Alat CT Scan

21 Maret 2025 - 11:40 WIB

VISIONER. Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M. Kes, yang memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik pada rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep

Bismillah Melayani, Dinkes P2KB Sumenep Resmi Luncurkan Program ILP: Pengobatan Gratis hingga Tingkat Dusun

9 Maret 2025 - 22:11 WIB

TENGAH. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah. (foto/ist)

Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep Berkomitmen Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan Wujudkan Visi Misi Bupati

24 Februari 2025 - 15:23 WIB

Trending di KESEHATAN