PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Ditpolairud Polda Jatim dan Polres Mojokerto Evakuasi Korban Banjir, 3000 Jiwa Diungsikan

Pada
A-AA+A++

MOJOKERTO (JURNALIS INDONESIA) – Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar membuat wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto terendam banjir hingga ketinggian 40 – 100 cm pada Rabu (6/3).

Untuk Kabupaten Mojokerto yang menjadi titik terparah akibat banjir adalah Kecamatan Mojosari.

IMG-20260926-WA0006

Tanggul sungai sadar sepanjang 25 meter jebol dan mengakibatkan 500 rumah serta 97 hektare terendam banjir di Desa kedung Gempol Mojosari.

Dalam upaya penyelematan warga yang terdampak, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim segera turunkan personel SAR untuk memback-up upaya penyelamatan warga oleh Polres Mojokerto.

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara, S.H,S.I.K, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan personel SAR berikut perlengkapan berupa perahu karet, mobil dan motor untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

“Kemarin ada Tujuh personel SAR kita kirim ke Mojokerto untuk bergabung bersama rekan – rekan TNI,BPBD dan Polres Mojokerto,” kata Kombes Arman, Kamis (7/2).

Kombes Arman juga mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kejadian bencana banjir di dua wilayah yakni Kabupaten dan Kota Mojokerto.

“Kita pantau terus perkembangannya, dan tetap kita lakukan upaya penyelamatan warga tentu dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” kata Kombes Arman.

Sementara itu Kapolres Mojokerto, AKBP Wahyudi melalui Kasihumas Polres Mojokerto, Iptu Abdul Wahid mengatakan pihaknya beserta jajaran Forkopimca Mojoanyar dan Mojosari juga akan terus memantau kondisi di lokasi terdampak.

“Saat ini 3.000 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dan menunggu air surut untuk kembali ke rumah mereka,” kata Iptu Wahid.

Ia mengatakan, jebolnya tanggul Sungai Sadar sepanjang lebih kurang 25 meter itulah yang menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten dan Kota Mojokerto terendam banjir.

“Untuk evakuasi warga, Polres Mojokerto dibackup Ditpolairud Polda Jatim menggunakan mobil backbone Polri ke tempat yang lebih aman,” kata Iptu Wahid.

Dan masih ada 2 wilayah Kecamatan yang terparah yaitu Kecamatan Pungging dan Kecamatan Mojosari.

“Untuk yang kecamatan Mojoanyar sudah agak surut,” kata Iptu Wahid.

Kasihumas Polres Mojokerto juga mengatakan, pihak Polres Mojokerto tetap menempatkan personel di beberapa titik untuk siaga.

“Personel kita siagakan, baik di tempat pengungsian, dapur umum, dan beberapa titik yang menjadi aliran meluapnya air Sungai,” terang Iptu Wahid.

Sementara itu, pemerintah setempat saat ini sedang memperbaiki tanggul Sungai Sadar yang jebol. (kus)

Bacaan Lainnya

FWP Desak Kapolres Pemalang yang Baru AKBP Anggaito Berantas Peredaran Obat Keras Ilegal

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran obat keras golongan...

Dekat dengan Masyarakat, Satlantas Polresta Sumenep Hadirkan Layanan Ini di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Gelaran Madura Culture Festival...

Masyarakat Apresiasi Respons Cepat Polsek Masalembu Tangani Kasus Pencurian

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perwakilan masyarakat nelayan di Kecamatan...

Demi Keamanan Warga, Anggota DPRD Sumenep Desak Polsek Masalembu Putus Jaringan Narkoba dan Penadah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya menjaga keamanan dan...

Bupati Sumenep Apresiasi Sinergi Polri dalam Mendukung Pembangunan Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Berhasil Bongkar 27 Kasus Asusila Anak dan Curanmor di 31 TKP, Kasatreskrim Polres Sampang  Iptu Nur Fajri Alim Diganjar Reward

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Kapolres Sampang AKBP Hartono...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *