PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Kepala DKPP Sumenep Dorong Penyuluh Kembangkan Produk Pertanian Lokal

Pada
Kepala DKPP Sumenep Dorong Penyuluh Kembangkan Produk Pertanian Lokal
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Chainur Rasyid, mendorong penyuluh dibawah lingkungannya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar mengembalikan produk pertanian lokal yang ada di ujung timur pulau Garam Madura.

Dorongan ini sampaikan Chainur Rasyid, yang merupakan Kepala DKPP baru Kabupaten Sumenep ketika menggelar Lomba Membuat Produk Kuliner Pertanian Lokal di kantor setempat, Rabu (17/4/2024).

IMG-20260926-WA0006

“Sekaligus ini dapat meningkatkan jalinan silaturrahmi dan sinergitas antar penyuluh pertanian dibawah DKPP Kabupaten Sumenep,” harap Chainur Rasyid.

Kadis Inung familiar disapa, menekankan agar ke depan para PPL yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten saling bahu-membahu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pertanian.

Kepala DKPP baru ini juga mendorong setiap penyuluh pertanian semakin masif melakukan inovasi, salah satunya dengan memperkuat ciri khas kuliner masing-masing daerah serta kecamatan berbahan dasar produk pertanian lokal.

“Masing-masing kecamatan di Kabupaten Sumenep ini memiliki ciri khas atau produk pertanian unggulan. Gelaran kegiatan hari ini dilakukan dalam rangka memupuk semangat para penyuluh untuk tidak berhenti melakukan aksi-aksi inovasi,” lanjut Kadis Inung.

Baginya, dilaksanakannya kegiatan ini juga tak lain bertujuan untuk melestarikan tradisi dan budaya yang melekat pada kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura yakni makan ketupat di momen lebaran ketupat.

“Kami terinsipirasi untuk ikut andil dalam melestarikan tradisi dan budaya di Sumenep pada saat lebaran ketupat. Dari kuliner khas produk lokal dan ketupat yang diolah penyuluh, menjadi bukti nyata pelestarian budaya, adat tradisi Sumenep Madura,” tutur Kadis Inung.

Penyuluh pertanian di Sumenep dalam momentum ini berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan resep, menu, dan nama masakan yang baru seperti di antaranya adalah Sothol (Soto dan Pentol), Soto Konah (Kuno,red.) Khas Kota Tua, Soto Campor Astrut, Soto Mie Kaget, Soto Ayam Bawang Rubaru, Soto Pelangi Ketupat, Soto Ayam Makobessah, Soto Lamongan.

Lalu Soto Mariam Laila, Soto Dhisa (Desa,red.), Soto Mie Manding, Soto Sayur Marlena, Soto Sebening Hati, Soto Ayam, Urap-urap Ketupat, Soto Toronan Anti PMK, dan Soto Tek Tek Koya Kelapa, Soto Kermata, Soto Hari Raya (THR), Soto Digital, Soto Ayam Ketupat.

Semua kuliner yang diolah diketahui memiliki nilai jual ekonomis yakni Rp20 Ribu. Hal ini dilakukan untuk memberikan percontohan pada publik, bahwa dengan menghemat, masih terbuka potensi untuk menciptakan menu masakan kuliner berkualitas.

Bacaan Lainnya

Matangkan RDTR, Bupati Sumenep Minta Semua Pihak Satu Persepsi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Hadiri Pekan Literasi SMAN 1 Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Budaya Membaca dan Berkarya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Dr. H....

Bupati Sumenep Cak Fauzi Peduli Warganya, Turun Langsung Distribusikan Bantuan Air Bersih di Langsar Laok

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kemarau panjang mulai berdampak...

KSOP Kalianget Perkuat Edukasi Kepelabuhanan bagi Nelayan di Tanjung Saronggi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

KSOP Kalianget Edukasi Santri tentang Pentingnya Keselamatan Pelayaran

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Berteknologi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nilai persatuan dan semangat...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *