Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Masyarakat Pertanyakan Keberadaan BUMDes Karanganyar Sumenep, Ini Penjelasan Pemdes

Pada
Masyarakat Pertanyakan Keberadaan BUMDes Karanganyar Sumenep. (foto/ilustrasi)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat setempat mempertanyakan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mapan di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/07/2024).

Informan Jurnalis Indonesia ini menyebut keberadaan BUMDes di desanya yang terakhir kali diketuai dan yang menjadi bendahara sepasang suami istri itu kini dikabarkan sudah bubar.

IMG-20260619-WA0003

“BUMDes Mapan Karanganyar itu bergerak dalam kerjasama lahan PT. Garam dalam pembuatan garam. Dan sekarang BUMDes itu konon bubar. Ketua dan sang Bendahara BUMDes dikabarkan mundur,” ungkap seorang masyarakat setempat kepada Jurnalis Indonesia yang minta namanya tidak dicantumkan.

Kata dia, dengan bubarnya BUMDes itu kini lahan yang dulunya dikerjasamakan dengan BUMDes disebut diambil alih oleh desa. “Sementara saat ditanya soal itu dan kas BUMDes pihak Pemdes setempat bungkam,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, sisa kas BUMDes terakhir itu Rp. 250 Juta. “Uang kas atau sisa BUMDes kini entah siapa yang pegang dan dikemanakan, masyarakat tidak tahu,” katanya.

Sebab dikatakan, Camat Kalianget juga setelah dikonfirmasi terkait keberadaan BUMDes Karanganyar mengaku sampai saat ini belum ada laporan kepadanya mengenai BUMDes Karanganyar itu.

“Untuk itu kami meminta kepada DPMD Kabupaten Sumenep agar mempelototi keberadaan BUMDes Karanganyar itu,” pintanya.

Sekretaris Desa Karanganyar Massuri menyebut, bahwa BUMDes itu bukan bubar dan Ketua serta Bendahara bukan mengundurkan diri melainkan SK-nya sudah habis.

“Bukan mengundurkan diri tapi SK-nya sudah habis. Mau diperpanjang tidak mau,” sebutnya.

Massuri juga menyebut, untuk kas BUMDes itu Rp. 45.550.000 (empat puluh lima juta lima ratus lima puluh ribu rupiah). “40 juta punyanya dana pemuda dan kas BUMDes 5.550.000 (lima juta lima ratus lima puluh ribu rupiah),” kata Sekdes Karanganyar.

Dan untuk saat ini dikatakan, pengelolaan BUMDes dan kas BUMDes sementara diambil alih oleh Pemerintah Desa. “Saat ini Pemdes lagi mencari yang mau untuk menjadi Ketua dan Bendahara BUMDes itu,” ungkapnya. (ily)

IMG-20260618-WA0007

Bacaan Lainnya

Bupati Cak Fauzi: Logo Hari Jadi ke-758 Cerminkan Sejarah dan Semangat Membangun Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi...

Logo Hari Jadi Sumenep ke-758 Resmi Diluncurkan, Dorong Pariwisata dan UMKM Naik Kelas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara...

Perkuat Inklusi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Edukasi Langsung ke Masyarakat Desa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – BPRS Bhakti Sumekar terus...

Hadir di Manding, Istana Perabot Serba Rp2.000 Tawarkan Perabot Murah dan Berkualitas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Istana Perabot Serba Rp2.000...

Program Jumat Barokah, BPRS Bhakti Sumekar Tebar Manfaat untuk Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen dalam menumbuhkan semangat...

Empat Bupati Sudah Sepakat, Achsanul Qosasi Desak Percepatan KEK Tembakau Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rencana Menteri Keuangan Purbaya...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *